HIPMI genjot program pemberdayaan UMKM

Rabu, 14 Desember 2016 | 13:24 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur memfokuskan program-programnya pada upaya meningkatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor UMKM disasar untuk diberdayakan karena relevan untuk menjawab tantangan perekonomian saat ini.

”Kondisi ekonomi dalam tiga tahun terakhir memang belum sepenuhnya stabil. Sektor UMKM cukup berat dalam menghadapi tantangan perlambatan ekonomi, sehingga kami fokus untuk memberdayakan UMKM,” ujar Ketua Umum BPD HIPMI Jatim Giri Bayu Kusumah di sela-sela pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) HIPMI Jatim di Surabaya, Rabu (14/12). Rakerda tersebut dibuka Gubernur Jatim Soekarwo.

Giri menyatakan, dalam dua tahun terakhir pihaknya telah menggelar 44workshop bagi UMKM. Workshoptersebut berisi pelatihan manajemen pemasaran, keuangan, ekspor-impor, peningkatan nilai tambah produk pertanian, dan waralaba. ”Workshop-workshop tersebut digelar di Gresik, Sidoarjo, Banyuwangi, Kediri, Jombang, Jember, dan Sumenep. Total diikuti 400 UMKM,” ujar Giri.

Selain memberdayakan UMKM secara umum, workshop tersebut juga menyasar para anggota HIPMI yang mayoritas memang masih skala menengah. Berdasarkan verifikasi pendataan terbaru, jumlah anggota HIPMI Jatim mencapai 1.479 yang tersebar di 27 cabang kabupaten/kota. Para pengusaha muda itu menyerap hampir 7.500 pekerja. ”Anggota HIPMI Jatim bergerak di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga teknologi informasi. Jumlah tenaga kerja yang diserap mulai dari 4 orang per unit usaha sampai ada yang punya 800 karyawan. Total anggota HIPMI Jatim mempekerjakan 7.395 pekerja,” papar Giri.

Penyerapan tenaga kerja tersebut adalah kontribusi HIPMI Jatim bagi perekonomian masyarakat. ”Tahun depan kami menargetkan cabang bisa terpenuhi di 38 kabupaten/kota, sehingga kami bisa semakin banyak memberdayakan UMKM di daerah,” tuturnya.

Terkait Rakerda, Giri menjelaskan, tema yang diangkat adalah ”Menciptakan Nasionalisme sebagai Landasan Pengembangan Entrepreneur Muda Indonesia”. Tema ini diangkat untuk menciptakan pengusaha muda yang punya jiwa berbakti kepada negeri.

”Di HIPMI, kami ingin mencetak pengusaha yang tak egois dan tak hanya berpikir laba terus, tapi pengusaha yang bersandar pada etika dan cinta negeri. Sebagai wujud cinta negeri itu, misalnya, kami ikut tax amnesty. Sudah 15 persen pengurus HIPMI Jatim yang ikut program tax amnesty  pada periode pertama lalu. Untuk periode kedua, kami terus mendorong yang lain agar bisa segeradeclare harta dan bayar tebusan. Minimal 50 persen pengurus bisa ikuttax amnesty,” ujar Giri yang termasuk mengikuti program tax amnesty pada periode pertama lalu.

Ketua Panitia Rakerda HIPMI Jatim Mufti Anam menambahkan, Rakerda digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang sudah berjalan dan memutuskan program kerja baru untuk 2017. ”Fokus program 2017 tetap pada pemberdayaan UMKM dengan tujuan utama memperluas penyerapan tenaga kerja untuk membantu pemerintah mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” papar Anam.

Dia menambahkan, melalui rakerda ini pula, HIPMI mengundang para tokoh untuk membagi pengalaman dan ilmunya kepada para pengusaha muda yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Jatim. ”Mulai dari jajaran forum pimpinan daerah, direksi BUMN, hingga tokoh pengusaha sukses akan berbagi ilmu dan pengalaman di ajang Rakerda ini, sehingga kami yang muda-muda ini bisa memperoleh bekal agar bisa semakin sukses menjalankan bisnis di masa-masa mendatang,” pungkas Anam.

Bagikan artikel ini: