Pangarmatim: TNI AL perkuat stabilitas keamanan laut untuk dorong perekonomian

Jum'at, 16 Desember 2016 | 04:21 WIB ET

 

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tentara Nasional Indonesia Angkatan laut (TNI AL) akan terus memperkuat stabilitas keamanan laut di Indonesia demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur, Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto mengatakan saat ini masih banyak ancaman keamanan maritim yang membuat sektor ekonomi kelautan di Indonesia belum bisa bertumbuh signifikan.

“Ancaman keamanan maritim seperti penyelundupan, Illegal fishing, Illegal logging, sampai Illegal mining masih sering dijumpai. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kami di TNI AL untuk diselesaikan dalam rangka memperkuat stabilitas keamanan laut di Indonesia dan pada akhirnya mendorong perekonomian,” kata Pangarmatim saat menjadi pembicara dalam Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis (15/12/2016).

Ia menambahkan, secara geografis, Indonesia memiliki posisi strategis yakni diantara dua benua dan dua samudera yang menghubungkan negara-negara ekonomi maju. Posisi strategis tersebut, memberi peluang bagi Indonesia sebagai Sea Lanes of Communications (SLOC) atau Sea Lanes of Trade (SLOT).

Disamping itu, juga ada potensi geopolitis dapat digunakan Indonesia sebagai bargaining power dalam percaturan politik dan ekonomi antar bangsa.

Pangarmatim mengatakan, pelaku bisnis harus menyadari potensi ekonomi kelautan-perikanan Indonesia. Potensi baik sumberdaya alam yang bisa diperbarui seperti perikanan laut yang mencakup perikanan tangkap; Mariculture seperti rumput laut, ikan, kerang-kerangan dan mutiara; serta budidaya tambak dan bioteknologi.

Disamping itu, juga ada potensi sumberdaya alam tidak terbarukan seperti minyak bumi, gas, serta potensi tambang dasar laut seperti aluminium, mangan, tembaga, zirconium, nikel, kobalt, biji besi non titanium, vanadium dan uranium.

“Karenanya diperlukan kerja sama yang komprehensif dan integral, serta kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas yang dilandasi jiwa nasionalisme dari seluruh komponen bangsa ini, agar pembangunan perekonomian di sektor kelautan-perikanan memiliki daya saing,” kata Pangarmatim. kbc8

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: