Wapres JK happy pelayanan publik di Banyuwangi semakin oke

Jum'at, 16 Desember 2016 | 12:14 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Pelayanan publik yang selama ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat apresiasi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melihat Public Service Festival yang digelar di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (15/12). “Rakyat ini harus mendapatkan pelayanan yang baik, tepat dan cepat,” pinta Jusuf Kalla. “Dan Banyuwangi telah melakukan itu semua. Ini perlu dijaga keberlanjutannya dan terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Jusuf Kalla melihat inovasi pemerintahan yang dilakukan oleh Banyuwangi sudah cukup baik. Banyuwangi sebagai daerah dengan berbagai kekurangan justru berubah menjadi daerah yang lebih baik. “Banyuwangi itu dimana-mana menjadi contoh. Dari daerah yang dulu kurang menjadi daerah yang lebih,” pujinya.

Pelayanan yang baik, cepat dan tepat itulah, menurut JK, yang diharapkan dari pelayanan yang diberikan oleh Pegawai Negeri. “Pegawai Negeri itu tugasnya melayani masyarakat. Intinya pelayanan. Jadi pelayanan yang tepat dan cepat itulah yang terbaik,” tegas Jusuf Kalla.

Dalam Public Service Festival, ditampilkan beberapa inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Mulai dari pelayanan administratif, kesehatan, pendidikan hingga berbagai pelayanan sosial kepada masyarakat Banyuwangi.

Dalam pelayanan administratif, misalnya, Pemkab Banyuwangi mengembangkan pelayanan berbasis Informasi Teknologi. Seperti halnya Program Smart Kampung, Lahir Procot Pulang Bawa Akta, Transparansi Pengelolaan Anggaran Keuangan Daerah, Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP), e-village budgeting dan monitoring.

Sedangkan dalam bidang pendidikan dan perlindungan anak, Banyuwangi mengembangkan pelayanan Siswa Asuh Sebaya (SAS), Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) dan Banyuwangi Cildren Center (BCC).

Adapun dalam bidang kesehatan, inovasi yang dikembangkan oleh Banyuwangi sudah berbasis Puskesmas. Seperti halnya membentuk tim yang memanfaat para pedagang sayur keliling untuk mencari para ibu hamil yang berisiko tinggi.

"Kami terus berupaya melakukan perbaikan. Misalnya soal pembangunan desa, ada e-village dan monitoring system. Bisa diklik titik-titik proyeknya, sampai ada foto-foto perkembangan pembangunannya. Jadi tidak bisa diselewengkan, tidak ada proyek ganda," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Bagikan artikel ini: