Indonesia duduki peringkat 5 pengguna smartphone terbanyak dunia

Senin, 19 Desember 2016 | 09:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia menduduki posisi kelima negara dengan pengguna smartphone terbanyak dalam tiga tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa penetrasi smartphone di Indonesia cukup deras, dan diperkirakan mencapai 100 juta pengguna.

Berdasarkan laporan penyelenggara Internet Retailing Expo (IRX) 2017, pengguna internet di Indonesia mayoritas menggunakan telepon selular untuk mengakses web pada 2014. Perangkat ini juga sebagian besar digunakan untuk belanja online.

Selain itu, baju dan benda-benda terkait fashion lainnya termasuk dalam kategori produk online yang paling banyak dibeli pada tahun lalu, dengan pembayaran terbanyak melalui transfer bank.

“Kami setuju bahwa pasar Asia Tenggara pada umumnya, dan Indonesia pada khususnya, diposisikan menjadi pemimpin dalam ritel online, dan kami tidak sabar untuk bisa bertemu dengan para pemangku kepentingan di edisi kedua IRX Indonesia, Jakarta tahun depan (pada 18-19 Januari 2017),” ujar Richard Ireland, Managing Director, Asia, Clarion Events Pte Ltd, dalam siaran persnya, Minggu (18/12/2016).

Secara regional, Asia Tenggara adalah pasar internet dengan pertumbuhan tercepat di dunia, yakni sebanyak 260 juta pengguna pada 2016. Berdasarkan laporan Google dan Temasek angka ini diperkirakan dapat meningkat hingga 489 juta pada 2020 atau bertambah sebanyak 3,8 juta pengguna baru setiap bulan, dengan nilai lebih dari USD200 miliar pada 2025.

Tiga industri yang menjadi pendorong utama perkembangan internet di Asia Tenggara adalah e-commerce, media online (periklanan dan game), dan agen perjalanan wisata (travel online). Dari tiga sektor tersebut, e-commerce memiliki pertumbuhan tercepat, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 32%.

Asia Tenggara memiliki PDB (produk domestik bruto) lebih dari USD2,5 triliun. Adapun di Indonesia, jumlah orang yang memiliki pekerjaan bisa mencapai 280 juta pada 2030, meningkat dari 109 juta pada 2010.

Ini mirip dengan pertumbuhan China pada 2009 dan hampir 1,5 kali dari India. PDB per kapita Malaysia yang mencapai USD11.307 menjadikan negara tersebut tertinggi kedua di wilayah ini setelah Singapura, dan lebih tinggi dari China.

Peningkatan kekayaan dan kesejahteraan ini akan memengaruhi sektor e-commerce. Asia Tenggara diharapkan akan lebih makmur dari sebelumnya, di mana peningkatan kekayaan berarti jumlah belanja online bakal meningkat. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: