Pegadaian bidik penyaluran pembiayaan Rp35,5 triliun

Senin, 19 Desember 2016 | 11:14 WIB ET

MAGELANG, kabarbisnis.com: Direktur PT Pegadaian (Persero) Sri Mulyanto menyebutkan outstanding loan (OSL) atau penyaluran pembiayaan kepada masyarakat mencapai Rp 35,5 triliun. Menjelang tutup tahun ini, pihaknya optimistis dapat memenuhi target Rp 35,7 triliun.

"Diharapkan secara operasional maupun finansial target kinerja kami tercapai, masih ada sisa beberapa hari di bulan Desember ini," kata Sri, usai pengundian Kemilau emas Pegadaian di Magelang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Sri mengatakan jumlah nasabah PT Pegadaian secara nasional mencapai 7 juta orang. Produk gadai masih menjadi favorit sebagian besar nasabah, disusul produk mikro untuk nasabah pengusaha kecil menengah dan terakhir produk gadai emas baik konvensional maupun syariah.

Di samping tiga produk tersebut, PT Pegadaian juga memiliki aneka produk jasa hingga properti beruba sembilan hotel yang akan segera dibangun.

Menurutnya pemberiah hadiah menjadi salah satu upaya untuk menarik minat sekaligus mempertahankan nasabah yang telah memanfaatkan produk dan pelayanan perusahaan plat merah ini.

Pemimpin PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang Damar Latri Setiawan menambahkan untuk OSL di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah mencapai Rp 3,32 triliun dari target Rp 3,377 triliun. "Per November 2016 pencapaian target sudah 99,2 persen. Kami yakin target akan terlampaui," kata Damar.

PT Pegadaian di Jawa Tengah dan DIY memiliki nasabah sekitar 800.000 orang. Sebagian besar nasabah adalah masyakarat kelas menengah ke bawah.

Produk gadai dan pembiayaan mikro masih mendominasi pelayanan PT pegadaian yang dimanfaatkan nasabah. "Pertumbuhan terbesar ada di wilayah Pati, Tegal dan Purwokerto. Sebab di tiga wilayah itu banyak pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal itu juga dipengaruhi oleh tingginya kesadaran masyarakat atas layanan PT Pegadaian," ungkapnya.

Adapun barang agunan untuk mendapatkan dana pembiayaan sampai saat ini masih didominasi perhiasan emas mencapai sekitar 90 persen.

Damar mengatakan pihaknya juga memiliki produk pembiayaan khusus bagi petani, dengan agunan berupa BPKB kendaraan bermotor dan alat pertanian seperti traktor. "Meskipun jadi agunan tapi traktor tetap bisa digunakan untuk bertani. Sistem pembayarannya pun ketika nanti petani sudah panen," katanya.

Saat ini PT Pegadaian telah memiliki desa binaan di Desa Tawangsari, Kulonprogo, sebagai desa percontohan untuk pembiayaan masyarakat petani.

Agunan yang dikenakan berupa lahan pertanian yang dikelola oleh pemerintah desa setempat (lahan bengkok). "Kami tidak hanya memberikan kemudahaan pembiayaan tapi juga memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan," ujar Damar. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: