Fokus pembiayaan multiguna, WOM Finance bidik pertumbukan 20%

Senin, 19 Desember 2016 | 19:06 WIB ET
Bussiness Head Regional Jatim WOM Finance, Gilbert Samuel Siahaan berbincang dengan warga panti Surya Surabaya
Bussiness Head Regional Jatim WOM Finance, Gilbert Samuel Siahaan berbincang dengan warga panti Surya Surabaya

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Muitiartha Tbk (WOM Finance) akan fokus meningkatkan kredit multiguna di wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara untuk mengejar target pertumbuhan hingga 20% pada tahun 2017 mendatang.

Bussiness Head Regional Jatim WOM Finance, Gilbert Samuel Siahaan, mengatakan pihaknya tahun depan mengalihkan fokus penyaluran pembiayaan dari sektor otomotif mengingat masih lesunya pasar otomotif di tanah air.

“Bisnis otomotif di tanah air tahun ini masih mengalami tekanan begitu pula tahun depan. Masyarakat masih wait and see untuk melakukan pembelian kendaraan baru dimana itu juga sangat berpengaruh terhadap bisnis pembiayaan. Karenanya kami akan fokus memperbesar pasar di segmen pembiayaan multiguna,” katanya kepada wartawan di sela Kunjungan Sosial Natal ke Rumah Usiawan Panti Surya di Surabaya, Senin (19/12/2016).

Gilbert menambahkan, saat ini porsi pembiayaan Multiguna di WOM Finance berkisar 30% dari total penyaluran pembiayaan. Tahun depan, porsinya akan ditingkatkan menjadi 45%-50% dari total pembiayaan.

Untuk mendukung langkah tersebut, perseroan tahun depan juga akan aktif menambah kantor layanan. Direncanakan, ada Semester I tahun 2017 mendatang, WOM Finance akan menambah 4 kantor layanan baru di wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara. Jumlah ini menambah 28 unit kantor layanan yang saat ini sudah ada.

Selain meningkatkan penyaluran pembiayaan, tahun depan eiten berkode WOMF ini juga akan fokus menekan tingkat pembiayaan macet atau non performing financing (NPF). Pada akhir tahun ini diperkirakan tingkat NPF akan mencapai 2,9%.

“Tahun depan target kami NPF akan ditekan dibawah 2,5%. Kami akan lebih prudent dalam penyaluran pembiayaan khususnya pada saat awal akuisi nasabah baru,” papar Gilbert. kbc8

Bagikan artikel ini: