Pembiayaan otomotif kurang bergairah, WOM Finance perbesar kredit multiguna

Senin, 19 Desember 2016 | 19:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) tahun depan akan fokus pada pembiayaan kredit multiguna. Ini disebabkan pembiayaan pada sektor otomotif, khususnya sepeda motor kurang bergairah.

Business Unit Head Regional PT WOM Finance Jatim, Gilbert Samuel Siahaan mengatakan, saat ini kontribusi multiguna mencapai 30% dari total pembiayaan. Sedangkan pembiayaan otomotif, yakni sepeda motor, mencapai 70%. Sejauh ini, sektor otomotif yang dibiayai perusahaan yang sebelumnya bernama PT Jakarta Tokyo Leasing itu hanya sepeda motor. Kredit multiguna dianggap masih cukup menjanjikan dan potensial untuk digarap. “Di 2017 kami menargetkan kontribusi pembiayaan multiguna di WOM bisa meningkat ke angka 45% dari total pembiayaan,” ujarnya.

Saat ini, jumlah kantor layanan WOM sebanyak 28 kantor yang sebagian besar berada di Jawa. Tahun  depan, perseroan akan menambah empat kantor layanan lagi. Dengan penambahan kantor layanan ini diharapkan terjadi kenaikan kinerja perusahaan. “Untuk pembiayaan produk elektronik, kami belum berencana kesana. Ini karena infrasktruktur kami untuk menggarap segmen tersebut masih belum terbentuk. Nah, kami fokuskan dulu yang sudah ada dengan memperkuat kredit multiguna,” kata Gilbert.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, tahun lalu banyak perusahaan pembiayaan membukukan kerugian. Sebagian masih bisa untung, tapi labanya menurun. Misalnya saja, PT Astra Sedaya Finance, labanya merosot dari Rp1,16 triliun tahun 2014 menjadi Rp969 miliar tahun 2015. Begitu juga PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, yang mencatat penurunan laba dari Rp792 miliar tahun 2014 menjadi Rp664 miliar tahun 2015. Sedangkan WOM masih mencatat pertumbuhan kinerja. Pada 2015, WOM mencatat laba bersih Rp392 miliar, tumbuh 29% dibanding tahun sebelumnya. “Bisnis pembiayaan agak berat karena pesaingnya banyak. Ditunjang ekonomi yang masih lesu,” tandas Gilbert.

Di sisi lain, WOM juga berupaya menekan tingkat kredit macet (Non Performing Financing/NPF). Saat ini, tingkat NPF dari emiten berkode WOMF itu mencapai 2,9%. Angka tersebut turun dibanding tahun lalu yang mencapai 3%. Tahun depan, perseroan berupaya menekan hingga ke angka 2,5% hingga 2%. “Untuk menekan NPF, kami tetap fokus pada penerapan manajemen risiko yang hati-hati untuk memastikan kualitas aset yang baik,” kata Risk Management Director PT WOM Finance, Vido Onadi.  kbc2

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: