Kebut proyek 35 ribu MW, PLN raih dana segar Rp12 triliun

Selasa, 20 Desember 2016 | 10:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) terus mempercepat penyelesaian program 35.000 MW dengan mendorong penyelesaian pembangunan baik sisi pembangkit, transmisi dan distribusi di seluruh Indonesia. Hal ini terlihat dari giatnya PLN mencari dukungan pendanaan baik dari dalam maupun sumber pendanaan luar negeri.

Pada penghujung 2016, PLN kembali memperoleh pinjaman dari sindikasi kreditur perbankan dalam negeri yang terdiri dari Bank Mandiri, BCA, BRI, Maybank, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Indonesia Eximbank.

Hal itu untuk membiayai kebutuhan pendanaan Investasi 2016 sebesar Rp 12 triliun untuk jangka waktu 10 tahun kepada PLN guna mendukung kegiatan investasi.

"Penandatanganan kredit investasi sebesar Rp 12 T ini menunjukkan bahwa kita terus bekerja keras menyelesaikan tugas yang amat menantang, menyediakan listrik yang memadai dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional" ujar Direktur Utama Sofyan Basir di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Sofyan mengatakan setiap tahun, kebutuhan investasi kelistrikan di Tanah Air terus meningkat. Sumber dana untuk membiayai kebutuhan investasi ini terdiri dari berbagai sumber, termasuk internal dan pinjaman.

Rencananya, kredit investasi dari sindikasi lembaga keuangan Bank dan non-Bank dalam negeri senilai Rp 12 triliun akan digunakan untuk membiayai keperluan investasi di bidang pembangkit, transmisi, distribusi dan sarana di Indonesia.

Penyediaan infrastruktur kelistrikan yang memadai, kata Sofyan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan juga bagi Negara dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi. "Kami yakin dana ini akan sangat berguna untuk menggegas pembangunan program 35.000 MW," papar Sofyan. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: