Kadin Jatim perluas pasar pelaku industri IT

Jum'at, 23 Desember 2016 | 13:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim menginisiasi kolaborasi percepatan ekonomi berbasis IT dengan menggandeng pelaku bisnis di bidang IT di Jatim. Ketua Komite Tetap Pengembangan Usaha Elektronika Bidang Industri Kreatif Kadin Jatim, Tritan Saputra, mengatakan inisiasi ini dilakukan untuk mendorong perluasan bagi pelaku industri bidang IT dan indstri kreatif khususnya start-up.

“Selama ini yang terjadi pelaku industri IT hanya berkutat pada sesama komunitasnya untuk mengembangkan bisnis. Padahal diluar sana permintaan untuk produk dan jasa IT sangat besar, bnayak yang bisa dikolaborasikan. Kami dari Kadin menginisiasi langkah ini untuk menjembatani para pelaku di industri IT, yang rata-rata adalah perusahaan start-up, untuk menemukan pasarnya melalui jejaring Kdin Jatim,” katanya di sela Dialog Percepatan Inovasi IT yang digelar Kadin Jatim di Grha Kadin Jatim di Surabaya, Kamis (22/12/2016).

Bentuk nyata dari inisiasi Kadin Jatim ini adalah dibuatnya suatu direktori untuk pelaku usaha di bidang IT khususnya bagi mereka para pengusaha start-up. Dari direktori ini, akan disinergikan dengan berbagai bidang usaha yang ada di Kadin. Harapannya, para pengusaha di bidang IT akan mendapatkan pasar baru untuk pengembangan bisnis mereka.

Kadin Jatim sendiri, akan membantu percepatan akses ke seluruh anggota Kadin Jatim dan Kadin di 38 Kota/Kabupaten di seluruh Jatim serta Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Jatim yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia.

Pada Dialog Percepatan Inovasi IT yang digelar Kadin Jatim tersebut, tutur hadir pelaku usaha IT dari 8 sektor diantaranya penyedia Marketpace, Jasa Jaringan, Jasa Keuangan, penyedia hardware, penyedia software, penyedia website, jasa logistik serta komunitas IT.

Selain perluasan pasar, dalam dialog ini juga dibahas mengenai masalah funding bagi kalangan pelaku usaha IT khususnya usaha-usaha rintisan.

“Selama ini memang tidak mudah mendapatkan modal bagi pelaku usaha start up, perbankan tidak bisa membiayai karena terbentur aturan kehati-hatian, sementara pelaku usaha tidak punya aset yang bisa dijaminkan. Solusinya bisa kami pertemukan dengan pemodal ventura atau angel investor,” ujar Tritan.

Kedepan, Tritan berharap akan ada Badan pemerintahan yang mengurusi masalah industri IT dan industri kreatif di Jatim. “Mungkin Pemprov bisa membentuk Badan Ekonomi Kreatif di Jatim untuk mempercepat pertumbuhan industri IT dan industri keratif,” paparnya. kbc8

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: