Telkom telah salurkan Rp550 miliar untuk 22 ribu mitra binaan sejak 2001

Jum'at, 23 Desember 2016 | 14:37 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Telkom kembali menggelontorkan dana pinjaman untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebesar Rp15 miliar untuk 432 Mitra Binaan, termasuk 30 Mitra Binaan Budi Daya Rumput Laut di Dusun Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Penyerahan dana pinjaman telah diserahkan oleh Dewan Komisaris Telkom Pontas Tambunan, masing-masing kepada Petani rumput laut Mitra Bahari, Sumber Rejeki dan Citra saat melakukan kunjungan kerja didampingi oleh Deputy Executive Vice President Marketing Telkom Regional V Jatim, Bali, Nusra Djatmiko.

Sejak adanya program ini di tahun 2001, pinjaman bergulir sebesar Rp 550 miliar telah disalurkan kepada 22 ribu mitra binaan yang tersebar di 4 (empat) provinsi, yaitu Jatim, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dana tersebut merupakan penyerapan dana dari Telkom Community Development Center (CDC).

Sebagai salah satu BUMN yang comply terhadap Good Corporate Citizenship, Telkom tidak hanya dituntut untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang, namun juga berperan dalam mengemban tanggung jawab sosial, melalui program-program Community Development Center. “Dana UMKM ini bagian dari kepedulian CSR Telkom perusahaan milik negara bumn dan bukan perusahaan swasta.” ungkap Pontas usai menyalurkan pinjaman bergulir di Gazibu, Pantai Jumiang, Pamekasan.

Selain membina mitra UMKM bidang usaha lainnya Telkom juga menaruh perhatian kepada mitra usaha budi daya rumput laut. “Hal ini agar bapak dan ibu sebagai Mitra Binaan Telkom selalu ingat dan memakai produknya Telkom. Selain Telkom, Perusahaan mobil Toyota dari Jepang juga bersedia menyalurkan bantuan kepada UMKM budi daya rumput laut. Supaya bapak-bapak semuanya selalu mengingat dan beli mobil toyota.” sambung Pontas.

Menurut Pontas, bisnis budi daya rumput laut Indonesia ini terbaik nomor 1 di dunia. prospeknya juga bagus bahkan mengalahkan bisnis petani tebu. Nilai jualnya pun sudah sampai ke luar negeri. “Rumput laut Indonesia ini dalam perjalanan ekspornya mampir dulu ke negara Cina dibikin tepung. Dan Orang Jepang sendiri jauh-jauh dari negaranya untuk memberikan bantuan CSR supaya lebih dekat dan bapak juga memakai mobil Toyota-nya.” ungkap Poltas.

Pontas menyampaikan bahwa program CSR ini merupakan program Telkom yang terus berkelanjutan. Para petani budi daya rumput laut di Desa Jumiang ini masing-masing telah mendapatkan bantuan dari Telkom CDC sejak 2 bulan lalu. Untuk pinjaman awal dari Telkom, petani rumput laut ini ada yang mendapatkan dana pinjaman 5 juta, 10 juta dan 15 juta. Tergantung dari luas penanaman budi daya rumput lautnya. Ada juga para petani rumput laut merealisasikan pinjamannya untuk pembelian bibit rumput laut.

Deputy Executive Vice President Marketing Telkom Regional V Jatim, Bali, Nusra, Djatmiko menambahkan, bisnis budi daya rumput laut ini sangat menguntungkan dibandingkan dengan bisnis yang lain. "Untuk itu Telkom CDC pun tak pikir-pikir lama untuk menyalurkan dana pinjaman," katanya.

Dengan adanya program ini, kata Djatmiko, Telkom bisa makin menumbuhkan pelaku ekonomi kreatif di Area Jatim Bali dan Nusa Tenggara, yang pada akhirnya dapat menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Program pinjaman bergulir atau disebut sebagai program kemitraan ini sejatinya merupakan bagian dari program CDC Telkom, yang terdiri dari program kemitraan dan bina lingkungan. Program kemitraan ini murni diperuntukkan untuk mitra binaan, dari berbagai segmen usaha seperti konveksi, pengrajin, usaha bengkel, pedagangan. Serta di bidang pertanian, perkebunan, pertanian, peternakan dan lainnya.

Selain mengembangkan usaha budi daya rumput laut, mitra binaan Telkom yang tinggal di desa Jumiang Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan ini juga mempunyai usaha batik yang nilai jualnya sudah diekspor sampai ke luar ngeri, yaitu Malaysia, Hongkong dan negara lainnya, selain juga usaha pengrajinan kayu ukir. adv

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: