Diramal melonjak 500%, Banyuwangi siap sambut lonjakan kunjungan wisatawan

Jum'at, 23 Desember 2016 | 19:51 WIB ET
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ketika berwisata ke Kawah Ijen
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ketika berwisata ke Kawah Ijen

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Pemkab Banyuwangi berkoordinasi dengan pelaku usaha pariwisata untuk menyambut dan memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang biasanya melonjak hingga 500 persen pada libur akhir tahun.

"Kami persiapan sejak Oktober 2016 untuk menyambut `peak season` pada akhir Tahun 2016 berkaitan dengan libur Natal dan Tahun Baru. Para pelaku usaha wisata juga sudah dikumpulkan untuk diajak berkoordinasi oleh dinas terkait pada tanggal 17 November lalu. Jadi ini benar-benar disiapkan," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (23/12/2016).

Ia menyebut, sejumlah pelaku pariwisata yang terus intens berkoordinasi adalah Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Paguyuban Usaha Tempat Rekreasi (Putri), dan sejumlah pelaku wisata lainnya.

Anas mengatakan libur akhir tahun dipastikan membuat kunjungan wisatawan ke Banyuwangi melonjak drastis. Para wisatawan banyak berkunjung ke sejumlah destinasi wisata unggulan, seperti Kawah Ijen yang memancarkan api biru, Pantai Pulau Merah, Pulau Tabuhan, Bangsring Underwater, Wisata Hutan Pinus Songgon, Grand Watudodol, Karo Rafting, dan Teluk Hijau.

"Kami mengajak semua pihak, ayo bareng-bareng bikin nyaman wisatawan, semuanya harus aman, bersih, ramah. Yang bisnis agen perjalanan ya dilayani dengan baik, yang bisnis makanan jangan asal menaikkan harga. Insya Allah semua siap memberi pelayanan terbaik. Perilaku sadar wisata atau "tourism behaviour" ini secara berkelanjutan terus didorong ke seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha pariwisata," papar Anas.

Anas juga memohon maaf jika Banyuwangi masih memiliki banyak kekurangan untuk menjamu wisatawan, terutama bila banyak yang tidak mendapatkan kamar hotel. Total saat ini, jumlah kamar hotel di Banyuwangi mencapai 3.200 unit, belum termasuk rumah-rumah warga yang disulap menjadi "homestay".

"Sekarang sedang dalam pembangunan tiga hotel berbintang baru di Banyuwangi, yaitu dari Grup Aston, Singgasana, dan Alila. Tahun depan selesai dan bisa menambah jumlah kamar. Kami mohon maaf bila ada wisatawan yang belum bisa mendapatkan kamar hotel sesuai yang diharapkan," ujar Anas.

Anas menambahkan, pihaknya memang tidak mengobral izin hotel meski banyak yang berminat. Selain batasan tidak boleh membangun hotel melati, Banyuwangi juga mempertimbangkan keseimbangan penawaran dan permintaan pasar.

"Sekarang Banyuwangi kan sedang membentuk pasar. Sudah tumbuh bagus, tapi masih dalam kerangka membentuk pasar. Jadi kami tidak obral izin hotel agar kompetisi antar-hotel menjadi sehat," papar Anas.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Banyuwangi MY Bramuda menambahkan, dari monitoring saat ini, sejumlah hotel sudah mengalami lonjakan okupansi.

Hampir semua hotel berbintang, kata dia, membukukan okupansi 100 persen alias semua kamar penuh atau telah dipesan hingga awal Januari 2017.

"Beberapa hotel menengah, okupansinya sudah di kisaran 90 persen. Satu-dua hari ini pasti penuh karena banyak wisatawan yang biasanya go show," kata Bramuda.

Dia telah mengumpulkan para pelaku usaha pariwisata dan menekankan pemberian pelayanan terbaik. "Kami juga meminta agar para pelaku wisata bisa memperhatian masalah kenyamanan dan kebersihan lokasi wisata maupun hotel masing-masing. Kami ingin para wisatawan mendapatkan kesan terbaik selama berada di Banyuwangi," ujar Bramuda.

Ia mengatakan, peningkatan pengunjung liburan akhir tahun mulai terasa pada 23 Desember. Biasanya peningkatan wisatawan rata-rata 100 persen. Bahkan di destinasi favorit, seperti Kawah Ijen dan Pantai Pulau Merah, lonjakan bisa mencapai 400-500 persen. kbc3

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: