Telkomsel mulai ujicoba 4.5G di Surabaya

Selasa, 27 Desember 2016 | 15:11 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Operator seluler dengan jumlah pelanggan terbesar di Indonesia, Telkomsel, mulai melakukan ujicoba jaringan 4,5G di wilayah Surabaya. Jaringan ini diklaim mampu menghantarkan data dengan kecepatan hingga 300 Mbps.

Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, Ririn Widaryani, mengatakan ujicoba jaringan 4,5G di Surabaya ini dilakukan secara terbatas di pusat layanan Telkomsel Grapari Pemuda. "Jadi saat ini pelanggan Telkomsel kini bisa merasakan experience menggunakan jaringan super cepat 4,5G di Surabaya. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat dan pelanggan bahwa Telkomsel siap mengimplementasikan teknologi 4,5G di Indonesia,” ujarnya kepada wartawan di sela launching ujicoba layanan 4,5 G Telkomsel di Grapari Pemuda Surabaya (27/12/2016).

Teknologi 4.5G yang diimplementasikan Telkomsel memanfaatkan teknologi Long Term Evolution (LTE) di spektrum frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 20 MHz yang dikombinasikan dengan teknologi 4X4 MIMO. Penggabungan teknologi tersebut memungkinkan akses data melalui teknologi 4.5G lebih cepat hingga dua kali lipat daripada teknologi 4G serta latensi yang sangat rendah, kurang dari 10 milidetik dibandingkan teknologi 4G.

Dalam implementasi teknologi 4.5G ini, Telkomsel bekerjasama dengan Ericsson, Huawel, Nokia, dan ZTE sebagai mitra penyedia teknologi dan jaringan.

Total di seluruh Indonesia, Telkomsel sudah menggelar ujicoba teknologi 4,5 G di 12 Grapari. Selain Grapari Pemuda Surabaya, Grapari lain yang sudah mengimplementasikan 4,5G adalah Grapari Merah Putih Medan, Grapari Gandaria City Jakarta, Grapari Pondok Indah Mali 3 Jakarta, Grapari Alia Jakarta, Grapari Banda Bandung, Grapari Matahari Galleria Denpasar, Grapari Mali Epicentrum Mataram, Grapari TTC Pontianak, Grapari Makassar, Grapari Manado, dan Grapari Sitanala Ambon.

Di masing-masing Grapari, Telkomsel menyediakan experience booth yang dilengkapi dengan customer-premises equipment (CPE) berupa peralatan yang sudah mendukung teknologi 4.5G dan televisi LCD.

“Pelanggan dapat merasakan pengalaman menggunakan layanan mobile broadband berbasis teknologi 4.5G langsung dari device tersebut. Di samping itu, pelanggan juga bisa melakukan tethering dengan cara menghubungkan device pelanggan dengan device 4,5G memanfaatkan akses WiFi,” imbuh Vice President ICT Network Management Jawa Bali Telkomsel, Ronny Arnaz.

Ia menambahkan, untuk implementasi teknologi 4.5G secara komersial belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena belum ada regulasi yang mengatur mengenai teknologi ini. Meski demikian, secara jaringan dan kesiapan handset pendukung, teknologi ini sudah bisa diimplementasikan.

Sedangkan dari sisi investasi, Ronny mengatakan teknologi 4.5G ini lebih murah untuk diimplementasikan karena operator hanya perlu menambahkan modul antena tambahan pada base tranceiver station (BTS) 4G yang sudah ada. “Secara investasi teknologi 4.5G ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan penambahan modul baru seperti dulu di 3G atau 4G,” paparnya.

Telkomsel sendiri terus melakukan perluasan jaringan dengan menargetkan pembangunan 15.000 BTS tiap tahun. Saat ini Telkomsel telah membangun 2.137 Base Traceiver Station (BTS) 4G di seluruh wilayah Jawa dan Bali. Secara nasional, Telkomsel mempunyai sekitar 8.000 BTS berteknologi 4G yang akan ditambah menjadi 12.000 BTS sampai akhir tahun ini. kbc8

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: