Terbukti tak bersalah, majelis hakim bebaskan La Nyalla

Selasa, 27 Desember 2016 | 15:50 WIB ET
La Nyalla Mahmud Mattalitti (kiri)) dalam sebuah kegiatan Kadin Jatim.
La Nyalla Mahmud Mattalitti (kiri)) dalam sebuah kegiatan Kadin Jatim.

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti divonis bebas setelah dinyatakan tidak bersalah oleh majelis hakim PN Tipikor.  "Mengadili, menyatakan La Nyalla tidak terbukti secara sah dan meyakinkan korupsi dalam dakwaan primer dan subsider. Membebaskan terdakwa," kata majelis ketua majelis hakim Sumpeno di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Majelis hakim memerintahkan La Nyalla dikeluarkan dari tahanan serta hak-haknya dipulihkan.  "Memerintahkan terdakwa dikeluarkan dari tahanan. Memulihkan hak terdakwa," kata Sumpeno.

Seperti diketahui, perkara La Nyalla sejatinya adalah perkara lawas  yang telah diputus di pengadilan pada Desember 2015. Terpidananya adalah dua wakil ketua umum Kadin Jatim, yakni Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring. Perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dalam dakwaan maupun putusan perkara disebutkan, Diar dan Nelson adalah pelaku tindak pidana dan tidak ada pelaku peserta (deelneming) yang lain selain keduanya.

Tapi kemudian, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim tiba-tiba kembali membuka perkara tersebut, dan menetapkan La Nyalla sebagai tersangka penggunaan dana hibah Kadin Jatim. Kejaksaan mengklaim menemukan bukti baru. Kejati Jatim menerbitkan serangkaian surat perintah penyidikan (Sprindik) dan penetapan tersangka terhadap La Nyalla. Atas penetapan tersangka tersebut, La Nyalla mengajukan permohonan praperadilan, di mana pengadilan kemudian memutuskan bahwa penetapan La Nyalla sebagai tersangka adalah tidak sah dan perkara dana hibah Kadin Jatim sudah tidak dapat dibuka kembali. Sudah ada tiga putusan pengadilan yang menyatakan hal tersebut, yaitu putusan 7 Maret 2016, 12 April 2016, dan 23 Mei 2016.

”Kalau kita mengikuti perkembangan kasus ini, terlihat jelas bahwa Kejaksaan tidak menjalankan putusan pengadilan. Kejaksaan menutup mata dengan tujuan hanya untuk membawa La Nyalla ke persidangan. Dari sini, kita bisa tahu ada bias kepentingan nonhukum yang sangat kental mewarnai jalannya kasus ini,” ujar Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Budi Prawira beberapa waktu lalu. kbc2

Bagikan artikel ini: