Menko Darmin kaji kucuran KUR ke petani yang tak miliki lahan

Selasa, 27 Desember 2016 | 20:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memastikan suku bunga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan turun dari 9 persen menjadi 7 persen di tahun depan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku industri usaha kecil menengah (UKM) di Tanah Air.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui serapan KUR untuk sektor produksi seperti pertanian, perkebunan hingga peternakan masih rendah. Dari dana KUR sebanyak Rp90 triliun yang sudah terserap saat ini, sektor produksi hanya menyerap 20 persen.

"Untuk produksi sedikit sekali (serapan dana KUR). Dari hampir Rp90 triliun akhir tahun ini, itu cuma berapa mungkin (produksi) 20 persen lebih sedikit," ujar Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2010-2013 ini akan mempelajari anggaran KUR untuk meningkatkan sektor produksi. Sebab selama ini dana KUR itu diserap oleh para pedagang.

"Jadi kami lebih fokus mempelajari beberapa hari ini hingga akhir bulan bagaimana supaya KUR bisa meningkatkan produksi. Jangan untuk pedagang saja, nanti malah dia pakai untuk beli padi petani lagi," imbuh dia.

Darmin menyadari bahwa di sektor produksi banyak petani yang tidak memiliki lahan. Lahan pertanian justru dimiliki oleh para pemodal yang berasal dari luar daerah pertanian tersebut.

Sayangnya pihak perbankan enggan memberi kredit kepada petani yang tidak memiliki lahan. Alasannya, karena petani yang tak memiliki lahan sulit memberi kepastian terhadap pengembalian pinjaman tersebut.

"Nah kita harus pikirkan itu, bagaimana caranya supaya yang tidak punya lahan juga bisa dapat kredit. Hanya dengan itu, KUR untuk produksi, terutama pangan, bisa naik," tegas Darmin. kbc10

Bagikan artikel ini: