Bank Mandiri klaim kredit macet korporasi kurang dari 1%

Rabu, 28 Desember 2016 | 15:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Executive Vice President Bank Mandiri Alexandra Askandar menuturkan rasio kredit macet atau non-performing loan di sektor korporasi sangat rendah, yaitu di bawah 1 persen (nett). "NPL corporate banking oke, di bawah 1 persen," ujar Alexandra, di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Selain itu, angka penyaluran kredit korporasi berjalan sesuai dengan target yang diharapkan. Bank Mandiri menargetkan hingga akhir tahun ini dapat menyalurkan kredit korporasi hingga di atas Rp 220 triliun.

Alexandra mengatakan khusus kredit sektor infrastruktur, hingga Oktober 2016, komitmen pembiayaan Bank Mandiri ke sektor infrastruktur mencapai Rp 96,9 triliun, atau meningkat 53 persen (yoy). Dari total nilai itu, komitmen pembiayaan terbesar diberikan pada proyek-proyek di sektor transportasi yang mencapai Rp 37,1 triliun dan proyek pembangkit tenaga listrik sebesar Rp 32,1 triliun.

Meski NPL rendah, kredit yang belum disalurkan atau undisbursed loan di Bank Mandiri ternyata cukup tinggi. Menurut Alexandra, hal itu disebabkan oleh jumlah komitmen yang cukup besar dibandingkan dengan kebutuhan debitur dalam penggunaan kreditnya.

"Jumlah lebih dari 20 persen, karena memang size-nya yang besar, seperti jalan tol kan komitmennya bisa triliunan," ujar Alexandra.

Menurut dia, perseroan terus mendorong agar kredit yang digunakan (disbursed loan) dapat terus dioptimalkan. "Kami berharap dapat cepat terealisasi," pungkasnya. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: