Produknya kian diminati pasar, Siantar Top genjot ekspor di 2017

Rabu, 28 Desember 2016 | 17:11 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Produsen makanan ringan, PT Siantar Top Tbk berniat untuk menggenjot pasar ke sejumlah negara, seiring dengan kian diminatinya sejumlah produknya di pasar. Selain ekspor, emiten berkode STTP ini juga gencar membidik pasar di kawasan Indonesia Timur.

Direktur Bisnis dan Marketing, PT Siantar Top Tbk, Suwanto mengatakan, beberapa pasar ekspor yang akan digenjot diantaranya ke kawasan Asia dan Timur Tengah. Untuk pasar ekspor sendiri, perseroan tetap memasarkan produknya dengan brand sendiri alias sama dengan yang dipasarkan di pasar lokal.

"Yang terbesar masih Korea dan Timur Tengah tepatnya di Yordania dan Saudi Arabia. Pasar tersebut memberikan kontribusi sekitar 50% atau separuh dari pasar ekspor perseroan," katanya pada public expose perseroan di Surabaya, Rabu (28/12/2016).

Adanya taste specialist di setiap produk yang dipasarkan ke luar negeri menjadikan produknya diterima masyarakat di negara tujuan ekspor. Untuk menembus negara tujuan ekspor, Siantar Top lebih banyak memanfaatkan jaringan pasar yang dibangun sendiri dan sebagian kecil memanfatkan kerja sama dengan pihak lain.

Dikatakannya, dengan makin serius menggarap pasar ekspor, pihaknya optimis tahun ini penjualan berbagai produknya ke luar negeri bisa tumbuh 10 persen. "Saat ini, nilai ekspor kita masih dibawah 10 persen dari total penjualan," jelas Suwanto.

Meski kontribusinya masih relatif kecil dibanding pasar dalam negeri, saat ini produk-produk STTP sudah diekspor ke di 37 negara.

Direktur PT Siantar Top Tbk, Armin menambahkan, beberapa produk yang banyak diminati pasar ekspor diantaranya Mie Gemez Enak, serta biskuit. "Di Korea produk kita mudah dijumpai di sejumlah supermarket," tukasnya.

Selain pasar ekspor, Armin menyebut, perseroan juga bakal memperluas pasar di kawasan Indonesia Timur, seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur serta menggeliatnya perekonomian di kawasan tersebut.

Sementara itu berdasar laporan keuangan perseroan, hingga akhir September 2016 PT Siantar Top Tbk membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,92 triliun, atau meningkat 1,99% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedang laba usaha perseroan selama 9 bulan di tahun 2016 sebesar Rp 180 miliar atau turun 4,94% dari periode yang sama tahun lalu.

"Hingga akhir tahun ini kami memprediksi penjualan perseroan naik 3-5 persen," ujar Armin.

Kembangkan wahana hiburan

Terkait ekspansi perseroan, Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Pitoyo menjelaskan, pihaknya mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 440 miliar di tahun 2017. Dana tersebut selain untuk dana promosi dan modal usaha, juga untuk ekspansi usaha baru yakni wahana hiburan.

"Melalui anak usaha perseroan, kami tengah mengembangkan wahana hiburan berupa theme park di kawasan Waru Sidoarjo. Untuk ekspansi ini, kami mengalokasikan capex sebesar Rp 200 miliar untuk tahun 2017 saja," jelasnya.

Secara keseluruhan, lanjut Pitoyo, investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan theme park tersebut sebesar Rp 600 miliar. "Kami menargetkan wahana ini mulai dibuka pada tahun 2018. Saat ini masih dalam tahap pembangunan," ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: