Bank Jatim anggarkan Capex Rp 300 M untuk perluas jaringan di 2017

Kamis, 29 Desember 2016 | 07:30 WIB ET
Corporate Secretary Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha (kanan) sedang mejelaskan rencana bisnis Bank Jatim untuk tahun depan
Corporate Secretary Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha (kanan) sedang mejelaskan rencana bisnis Bank Jatim untuk tahun depan

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mengalokasikan belanja modal sedikitnya Rp 300 miliar tahun 2017 mendatang. Direktur Operasional Bank Jatim, Rudie Hardiono, mengatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk memperluas jaringan kantor cabang dan memperkuat infrastruktur IT.

“Tahun depan kami akan membuka jaringan kantor baru baik untuk jaringan konvensional maupun unit syariah serta melakukan relokasi beberapa kantor cabang. Kami juga berencana untuk menginvestasikan sebagian belanja modal untuk membeli tanah yang akan digunakan membangun kantor cabang baru,” katanya kepada wartawan di sela Media Group Discussion yang digelar Forum Jurnalis Ekonomi Surabaya (Forjebs) di Surabaya, Rabu (28/12/2016).

Menurut rencana bisnis tahun 2017, untuk jaringan konvensional, Bank Jatim tahun depan akan membuka 4 Kantor Wilayah, 1 Kantor Cabang, 6 Kantor Cabang Pembantu, 16 Kantor Kas, 21 Payment Point, 7 Kas Mobil dan 46 ATM. Sedangkan untuk jaringan syariah, emiten berkode BJTM ini akan membuka 1 Kantor Pusat, 1 Kantor Cabang, 11 Kantor Cabang Pembantu, 2 Kantor Kas, 7 Payment Point dan 18 ATM;

Sedangkan untuk rencana relokasi jaringan kantor koncensional dilakukan untuk 2 Kantor Cabang, 8 Kantor Cabang Pembantu, 7 Kantor Kas, 13 Payment Point dan 23 ATM. Dan relokasi untuk kantor unit syariah dilakukan untuk 1 kantor kegiatan Unit Usaha Syariah, 3 Kantor Cabang dan 3 ATM.

Corporate Secretary Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha, menambahkan rencana penambahan jaringan kantor baru serta relokasi jaringan kantor lama ini dilakukan untuk memperkuat penyaluran kredit dan penghimpunan bank serta mendongkrak aset.

Tahun depan, Bank Jatim menargetkan Kredit dan DPK masing-masing tumbuh di kisaran 8%-9% sedangkan aset ditargetkan tumbuh 6,5%-7,5%. Hingga akhir Nopember 2016, penyaluran kredit Bank Jatim tercatat mencapai Rp 29,75 triliun. Sedangkan penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp 39,18 triliun. kbc8

Bagikan artikel ini: