Kinerja perbankan membaik, BI Jatim tetap awasi tren NPL

Kamis, 29 Desember 2016 | 20:11 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI), mencatat stabilitas sistem keuangan di Jatim membaik pada akhir tahun 2016 ini. Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, Benny Siswanto, mengatakan beberapa indikator stabilitas sistem keuangan seperti tingginya likuiditas perbankan, kinerja  intermediasi perbankan, serta membaiknya rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan.

“Secara umum, stabilitas sistem keuangan cukup baik. Meskid emikian salah satu indikator yakni Non Performing Loan kami berikan perhatian khusus karena trennya terus naik sejak awal tahun namun mulai membaik di akhir tahun ini,” katanya kepada wartawan disela kegiatan Bincang Bareng Media di Kantor Perwakilan BI Jatim, Kamis (29/12/2016).

Benny menambahkan, jika diamati secara agregasi, memang sempat ada kenaikan rasio NPL pada awal tahun 2016 sampai akhir Triwulan III/2016. Menurut catatan BI, NPL keseluruhan kredit di Jatim pada awal 2016 berkisar di angka 2,32%. Angka ini terus naik dan pada Mei 2016 menjadi 2,54%. Angka tersebut kembali naik hingga puncaknya pada hingga Oktober 2016 yang mencapai 2,77%, namun kemudian berangsur turun di level 2,4% pada akhir November 2016.

“Kami sebagai penanggung jawab di bidang makro prudensial melakukan supervisi kepada bank-bank, kami datangi satu-persatu dan melihat masalahnya,” ujarnya.

Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Daerah BI Jatim, Taufik Saleh, menambahkan, meski secara agregat cenderung menurun, namun beberapa sektor perlu diwaspadai karena tingkat NPL-nya cukup tinggi. Hingga Nopember 2016, tercatat NPL di sektor konstruksi masih tercatat 5,9% atau diatas treshold yang ditetapkan BI sebesar 5%.

“Salah satunya adalah sektor konstruksi yang NPL-nya cukup tinggi. Ini dikarenakan banyaknya proyek infrastruktur yang terhambat pembebasan lahan. Meski demikian, secara industri perbankan masih cukup aman,” jelasnya.

Secara umum, BI mencatat kinerja perbankan di Jatim meningkat pada bulan Oktober dan Nopember 2016. Beberapa indikator utama mencatat perbaikan diantaranya aset yang terakselerasi dari tumbuh 5,8% di Triwulan III/2016 menjadi 8,1% (yoy) di nopember 2016. Dana Pihak ketiga (DPK) juga terakselerasi, dari tumbuh 6,8% (yoy) menjadi 10,3% (yoy), terutama didorong akselerasi giro dan deposito.

Dari sisi penyaluran kredit, kredit modal kerja dan kredit investasi terakselerasi dibandingkan Triwulan III/2016, sementara kredit konsumsi sedikit melambat. kbc8

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: