Bank pelaksana siap genjot pendanaan FLPP

Minggu, 01 Januari 2017 | 17:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut porsi pendanaan perbankan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan diperbesar tahun depan. Kebijakan ini diharapkan bisa memperbesar peranan perbankan dalam menyalurkan FLPP.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengatakan, saat ini, komposisi pendanaan perbankan dalam FLPP sebesar 10 persen, di mana 90 persen sisanya ditanggung pemerintah. Nantinya, peranan perbankan bisa meningkat hingga 15 persen pada 2017 nanti.

"Kalau bisa, porsi pemerintah nanti diturunkan menjadi 85 persen, sedangkan porsi bank pelaksana 15 persen. Saat ini, aturannya tengah dibahas. Kira-kira awal atau tengah Januari akan keluar kebijakan yang dimaksud," ujarnya, Jumat (30/12/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan, saat ini, pemerintah juga tengah membicarakan kemungkinan ini dengan perbankan penyalur FLPP. Jika ini disetujui, ia berharap, pembiayaan rumah FLPP bisa meningkat. Namun, ia yakin perbankan akan mengikuti ketentuan Kementerian PUPR karena suku bunga kredit mengalami tren menurun.

Menurut data Kementerian PUPR, realisasi pembangunan rumah FLPP sepanjang tahun 2016 sebanyak 42.017 rumah. Angka ini mengambil 15,81 persen dari total pembangunan rumah subisidi yang dilakukan pengembang sebanyak 265.747 unit.

"Meningkatnya kemampuan FLPP bank pelaksana mendanai KPR, ditambah semakin rendahnya porsi pemerintah, maka semakin banyak rumah yang dapat dibiayai kedepannya," tutur Maurin.

Selain itu, ia juga memastikan, bunga pinjaman FLPP tak akan bergerak naik mengikuti bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), meski porsi pendanaan perbankan diperbesar. Ia mengatakan, bunga FLPP tetap akan dipasang 5 persen flat selama 20 tahun pada tahun depan.

"Meski suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) naik 25 basis poin baru-baru ini, namun suku bunga kita kan tidak ada kenaikan," pungkas Maurin. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: