Menhub dorong Terminal Purabaya jadi BLU dan dikelola secara profesional

Selasa, 03 Januari 2017 | 09:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Terminal Purabaya di kota Surabaya menjadi salah satu terminal bus yang ramai digunakan pengguna jasa. Sebab itu, sudah seharusnya terminal tersebut dikelola dengan baik, untuk meningkatkan kualitas pelayanannya.

Menurut dia, agar terminal tersebut bisa dikelola dengan lebih baik, salah satu caranya yaitu dengan menjadikan terminal ini sebagai Badan Layanan Umum (BLU).

"Yang menjadi catatan saya adalah buatlah ini (terminal Purabaya) menjadi BLU. Jadi manajemen pengelolaan bisa dikelola sendiri, bisa berkreativitas dan profesional," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/1/2017).

Budi mengungkapkan, Terminal Purabaya merupakan terminal tipe A yang nanti pengelolannya akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemkot Surabaya.

Sementara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan pengawasan agar pelayanan berjalan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, saat ini pengeluaran terminal tipe A Purabaya bergantung pada alokasi anggaran pemerintah daerah. Kondisi tersebut membuat pengelola terminal tipe A tidak bisa berkreativitas.

Saat ini pendapatan terminal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) tersebut sekitar Rp 6 miliar. Sementara pengeluaran terminal bisa mencapai Rp 16 miliar.

Selain membentuk BLU, Budi juga menyarankan Pemda untuk mencari konsultan Properti. Karena dia menganggap penyewaan ruang-ruang di terminal belum sesuai dengan harapan penumpang. "Sekarang ekspektasi penumpangg itu tinggi. Kalau ada rawon, ya rawon yang enak. Kalau soto, soto yang enak. Mungkin perlu juga ada kafe," kata dia.

Menurut dia, dengan adanya BLU dan konsultan properti, maka ada suatu tata kelola yang lebih profesional yang tidak hanya komersial saja tapi juga melayani.

"Dengan adanya BLU dan adanya konsultan properti, maka itu untuk mendapatkan Rp 16 miliar sampai dengan Rp 20 miliar bukan pekerjaan yang susah," tandasnya dia. kbc10

Bagikan artikel ini: