Pertamina butuh Rp1.000 triliun lebih demi kejar Petronas

Kamis, 05 Januari 2017 | 10:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) terus berupaya mengepakan sayap investasinya untuk mengejar ketertinggalan dari perusahaan migas asal Malaysia, Petronas.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, saat ini aset yang dimiliki Pertamina masih sepertiga dari aset Petronas. Dibutuhkan banyak investasi untuk membesarkan aset tersebut.

"Nah untuk meningkatkan investasi jangka panjang, maka untuk 10 tahun ke depan paling tidak (butuh) Rp 1.000 triliun," ujar Dwi saat menghadiri acara penandatangan kesepahaman antara Pertamina dan PBNU di Jakarta, Rabu (4/1/2016).

Menurut Dwi, investasi sebesar itu akan mempu menggenjot nilai aset Pertamina setidaknya akan mencapai dua kali lipat dari aset saat ini.

Namun, untuk mengejar ketertinggalan dari Petronas, Dwi mengatakan Pertamina membutuhkan terobosan-terobosan baru dari segi bisnis perusahaan. "Harus ada bentuk terobosan lain untuk kita bisa kalahkan Petronas," kata Dwi.

Pertamina sendiri optimistis mampu mengalahkan Petronas dari sisi laba tahun ini. Optimisme itu tidak lepas dari hasil laba pada kuartal III 2016 dengan perolehan US$2,38 miliar. Sementara Petronas, hanya mencatatkan laba US$1,6 miliar.

"Kuartal tiga kan lebihi Petronas. Oktober naik jadi 3,01 miliar dollar AS," ujar Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang usai rapat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

"Akhir tahun insya Allah bisa (lebih baik dari Petronas)," tambah Dwi.

Menurut Ahmad, banyak faktor yang menyebabkan laba Pertamina tumbuh pesat tahun ini. Salah satu faktor yang menopang laba tersebut yakni kehadiran Pertalite.

Sejak diluncurkan, BBM dengan kandungan RON 90 itu laku keras. Bahkan kata Bambang, para pengguna Premium banyak beralih ke Pertalite. Selain itu, penjualan BBM jenis lainnya seperti Petamax dan Pertamax Turbo juga melejit. Sayangnya ia tidak menyebutkan secara rinci kenaikan penjualan tersebut.

Meski begitu, ia memastikan laba Pertamina US$3,01 miliar sudah memenuhi target. Bahkan dua kali lipat dari target yang dipatok yakni US$1,5 miliar. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: