Kembangkan usaha peternakan sapi, RI ingin contek Meksiko

Kamis, 05 Januari 2017 | 11:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia menjadikan Meksiko sebagai replika pengembangan komoditas ternak sapi sebagai usaha agribisnis peternakan.Pasalnya, dalam kurun waktu sepuluh tahun saja, Meksiko yang tadinya merupakan negara pengimpor menjadi eksportir sapi.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Ketut Diarmita dalam Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2017 di Jakarta, Kamis (8/1/2016) kemarin, mengatakan selain terus meningkatkan populasi sapi di tingkat peternak, kinerja Unit Pelayanan Teknis (UPT) perbibitan juga harus ditingkatkan.Hal ini dilakukan guna menghasilkan banyak bibit-bibit sapi unggul.

Ketut mencontohkan Meksiko yang telah berkembang menjadi negara pengekspor sapi.Padahal, sebelumnya negara dibilangan Amerika Latin ini merupakan negara importir sapi.Caranya dengan menguatkan Unit Pelayanan Terknis (UPT) perbibitan di negaranya.

"Ke depan bagaimana peternak kita bisa mendapatkan bibit yang bersertifikat dengan harga yang terjangkau, itu yang kita harapkan,” terang dia.

Sementara, untuk pengembangan sapi perah, Ketut menekankan perlunya perusahaan integrator ikut membina kelompok-kelompok peternak di desa-desa binaan. Selain itu, melakukan transfer teknologi dan mengembangkan kerjasama kemitraan yang berorientasi pada peningkatan  populasi dan produksi sapi perah.

Adapun ada sejumlah catatan berkaitan tupoksi Ditjen PKH tahun 2017 yakni:

  1. Melanjutkan pembangunan PKH sesuai Renstra 2015-1019 yang difokuskan pada UPSUS SIWAB dengan target 4 juta akseptor;
  2. Mensinergikan kegiatan setiap fungsi PKH untuk menghasilkan target outcome 3 juta kebuntingan;
  3. Memprioritaskan komoditas sapi dan kerbau, komoditas lain difasilitasi dengan porsi terbatas;
  4. Melakukan upaya terobosan untuk meningkatkan sumber daya di luar APBN;
  5. Menjabarkan strategi pengembangan kawasan untuk meningkatkan nilai ekonomi usaha agribisnis peternakan;
  6. Kegiatan pokok lain seperti perbaikan mutu bibit lokal, pembebasan penyakit tertentu, penanaman  hijauan pakan ternak di kawasan integrasi ternak-tanaman tetap dilanjutkan, disinergikan dengan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).kbc11

Bagikan artikel ini: