Arab Saudi kerek harga jual minyak untuk kawasan Asia

Jum'at, 06 Januari 2017 | 09:17 WIB ET

RIYADH, kabarbisnis.com: Arab Saudi memastikan akan menaikkan harga minyak untuk bulan Februari 2017 yang dijual ke Asia. Hal ini sejalan dengan langkah produsen minyak terbesar di dunia tersebut mempersiapkan diri untuk memangkas produksi guna menangkal kelebihan pasokan minyak global.

Mengutip Bloomberg, Kamis (5/1/2017), perusahaan milik pemerintah Arab Saudi, Saudi Arabian Oil Co atau Saudi Aramco menaikkan harga resmi minyak mentah Arab Light ke Asia sebesar 60 sen per barrel ke 15 sen di bawah acuan regional.

Aramco juga diekspektasikan menaikkan harga pengiriman minyak Arab Light 50 sen dollar AS per barrel.

Tahun 2016 lalu, harga minyak naik 52 persen. Ini merupakan kenaikan tahunan pertama dalam empat tahun sejalan dengan kesepakatan Organisasi Negara-negara Produsen Minyak (OPEC) untuk menurunkan produksi minyak untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.

Pada akhir tahun 2016 lalu OPEC dan 11 negara produsen minyak lainnya termasuk Rusia pun sepakat menurunkan produksi sebesar 1,8 juta barrel per hari. Kesepakatan ini efektif per 1 Januari 2016.

Bulan lalu, Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih menyatakan harga minyak mentah dunia diprediksi akan pulih sejalan dengan komitmen OPEC dalam kesepakatan yang telah dicapai.

Intervensi ini bertujuan untuk kembali menyeimbangkan pasar minyak, di mana harga harus naik untuk mendorong investasi baru. "Harga minyak mentah akan kembali stabil pada kisaran 50 dan 100 dollar AS per barrel," jelas Al-Falih.

Pembeli minyak di AS akan membayar premi 20 sen dollar AS per barrel lebih tinggi baik untuk jenis minyak mentah Extra Light dan Light pada bulan Februari 2017. Sementara itu, harga untuk minyak jenis Medium dan Heavy tidak berubah.

Saudi Aramco akan membatasi penjualan untuk beberapa bagian di kawasan Asia Tenggara pada bulan ini. Hal ini adalah bagian dari kewajiban OPEC atas Arab Saudi untuk memangkas produksi minyak sebesar 480.000 barrel per hari menjadi di bawah 10,1 juta barrel per hari.

Negara-negara produsen minyak di Timur Tengah bersaing dengan produk minyak dari Amerika Latin, Afrika Utara, dan Rusia untuk pembeli di Asia, pasar terbesar. Produsen-produsen di kawasan Teluk Persia biasanya menjual dalam kontrak jangka panjang ke perusahaan pemurnian. kbc10

Bagikan artikel ini: