Topang sektor pertanian, Banyuwangi gelontorkan Rp150 miliar bangun infrastruktur pengairan

Jum'at, 06 Januari 2017 | 16:33 WIB ET
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas panen cabai bersama petani.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas panen cabai bersama petani.

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: Pemkab Banyuwangi menyiapkan dana Rp150 miliar untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air guna mendukung pengembangan pertanian sebagai salah satu prioritas pada 2017.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, fokus infrastruktur pertanian yang dibangun adalah fasilitas sumberdaya air, seperti embung dan jalan usaha tani penghubung antardesa yang bisa memudahkan petani dalam mendistribusikan hasil panennya.

"Pembangunan infrastruktur pertanian ini meneruskan program-program kami dalam empat tahun terakhir. Sektor pertanian adalah salah satu sektor terpenting dalam perekonomian masyarakat Banyuwangi. Jadi selain teknis pertaniannya kami perkuat, misalnya dengan inovasi budi daya maupun pasca-panen, kami juga bangun infrastrukturnya, terutama untuk sumber daya air. Aliran air ke lahan harus dipastikan tidak macet dan dalam jumlah yang cukup,” ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Bidang Infrastruktur di Banyuwangi, Jumat ((6/1/2017).

Di Banyuwangi, katanya, jaringan irigasi primer mencapai 3.718 kilometer, irigasi sekunder 2.204 kilometer, dan irigasi tersier 797 kilometer. Jaringan tersebut mengairi sekitar 66.000 hektare sawah. Selain itu, ada kawasan perkebunan sekitar 82.000 hektare yang juga membutuhkan sumber daya air dalam skala tertentu.

 

Anas melanjutkan, untuk memperluas layanan sumber daya air bagi sektor pertanian di Banyuwangi, pihaknya bakal kembali menambah jumlah embung baru pada tahun ini, yakni dibangun 15 embung baru dengan kapasitas tiap embung 2.000-5.000 meter kubik. Jaringan irigasi tersier juga bakal dibenahi dan ditambah sebagai upaya percepatan daya hantar air dari hulu ke lahan-lahan pertanian.

Selain infrastruktur sumber daya air, pembangunan infrastruktur pertanian juga difokuskan ke jalan usaha tani untuk menunjang aspek pasca-panen. "Aksesibilitas jalan antardesa dan kecamatan dibangun dan diperbaiki. Ini agar proses pemasaran hasil-hasil pertanian dari desa ke kota berjalan dengan lancar.Dengan aksesibilitas yang meningkat membuka peluang pasar yang lebih besar bagi petani," ujar Anas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan dengan pembangunan irigasi secara berkelanjutan, pihaknya menargetkan persentase ketersediaan air bagi petani bertambah dari saat ini 200 persen menjadi 230 persen dalam dua atau tiga tahun ke depan. "Artinya, sebagian petani atau sekitar 30 persen bisa menambah jumlah masa tanamnya, dari yang dulu cuma dua kali bisa menjadi tiga kali dalam setahun," ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu embung yang dibangun adalah embung berkapasitas sedang, yaitu embung Tasmuin di Kecamatan Songgon. Embung ini berkapasitas 500.000 meter kubik. Selain itu, empat embung besar berkapasitas hingga 2 juta m3 disiapkan di Banyuwangi wilayah selatan. "Jika ini terealisasi maka ketersediaan airnya hampir menyamai Waduk Bajulmati di Wongsorejo atau kawasan Banyuwangi utara yang mencapai 10 juta meter kubik," katanya. kbc4

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: