Pasar Pajale butuh 1,27 juta unit alsintan

Jum'at, 06 Januari 2017 | 16:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kapasitas industri alat mesin pertanian (alsintan) nasional selama lima tahun terakhir meningkat pesat selaras dengan program swasembada pangan padi,jagung dan kedelai (pajale) dan bantuan alsintan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Peluang pelaku industri terbuka lebar untuk mengisi kue pasar  alsintan nasional. Saat ini jumlah alsintan untuk budidaya dan paska panen padi saja terhitung baru sebesar 231.870 unit.

"Padahal untuk menggarap sawah yang luasnya sekitar 8,1 juta hektare (ha) ‎dibutuhkan 1,275 juta unit alsintan dari berbagai jenis mulai traktor tangan sampai pengering," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman ketika memberikan arahan dalam Koordinasi Percepatan Industri Alsintan Dalam Negeri, Jumat (6/1/2016).

Amran menambahkan setidaknya pasar alsintan nasional masih membutuhkan 1 juta unit. "Sejak tahun 2014, Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan berbagai jenis alsintan secara massal lebih dari 150.000 unit kepada kelompok tani," ujar Amran.

Amran mengatakan Badan Litbang telah menghasilkan inovasi teknologi mekanisasi pertanian dengan cepat telah diproduksi secara massal guna mendukung swasembada beras. Setidaknya lebih dari 1800 unit jarwo transplanter telah diproduksi industri alsintan nasiojnal dan distribusikan ke seluruh Indonesia pada tahun 2015.

"Sedangkan untuk tahun‎ 2016, telah lebih 2.500 unit. Alsin lainnya seperti combine harvester untuk padi dan jagung serta mesin olah tanah sekaligus menanam sudah dihasilkan dan akan segera diproduksi massal," terang Amran.

Direktur Alsintan Prasarana dan Sarana (PSP) Suprapti mengatakan realisasi belanja alsintan yang dianggarkan tahun 2016 mencapai Rp 2,7 triliun. Budget dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) sebesar itu untuk pembelian alsintan 60.000 unit, diluar 175.000 unit transplater (pembibitan).

Adapun APBN 2017 ,Kementan merencanakan pembalian alsintan sebanyak 79.000 unit. Budget yang disediakan sebesar Rp 2,9 triliun. Alsintan itu berupa traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air,rice transpalanter, exavator dan cultivator dan hands sprayer.

Meski begitu, Suprapti mengakui untuk alsintan traktor roda empat masih harus dimpor dari Amerika Serikat dan Jerman. Sementara exavator diimpor dari Jepang.

Sementara untuk traktor roda dua, Suprapti menambahkan sudah dapat diproduksi industri alsintan nasional seperti PT Yanmar Indonesia dan PT KHS. Selain itu, hands sprayer dibuat oleh pabrikan PT Maspion Tbk.

Kepala Balitbang M Syakir mengatakan mekanisasi pertanian telah terbukti dapat mempercepat waktu budidaya tanaman dan menghemat tenaga kerja lebih dari 60%. Diharapkan Indeks Penanaman dan produktivitas lahan pertanian meningkat sedangkan biaya tenaga kerja dapat menghemat lebih dari 50%.kbc11

Bagikan artikel ini: