Stabilkan harga, Bulog Jatim gelontorkan 5 ton cabe rawit per hari

Selasa, 10 Januari 2017 | 07:29 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perum Bulog Divisi Regional Jatim mulai menggelontorkan cabe segar di sejumlah tiitk di wilayah  Jatim. Sedikitnya, ada sekitar 5 ton cabe rawit yang  disuplai ke berbagai lokasi sejak Senin (9/1/2017) dalam acara operasi stabilisasi harga (OSH) cabe.

"Kalau untuk cabe, kita siapkan 5 ton yang dijual di tiap Subdivre dan Divre Jatim. Di Surabaya kita lakukan di Pasar Wonokromo dan juga dilanjutkan penjualan secara mobile berkeliling ke perumahana dan perkampungan" kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Witono, Surabaya, Senin (9/1/2017).

Untuk OSH hari pertama, pihaknya masih bisa menyediakan cabe rawit hijau dengan harga Rp 37 ribu per kg. Di Pasar Wonokromo, harga cabe rawit hijau saat ini masih di kisaran Rp 40 ribu per kg. Besok, kata dia, cabe akan lebih bervariasi yakni ditambah cabe merah keriting dan cabe rawit. Saat ini, harga cabe merah keriting di pasar sekitar Rp 50 ribu per kg dan cabe rawit mencapai Rp 90 ribu per kg.

"Besok kita akan jual cabe merah keriting dan cabe rawit di bawah harga pasar. Misalkan harga cabe rawit Rp 90 ribu, kita akan jual sekitar Rp 75-80 ribu per kg. Yang pasti harga di bawah pasar. Kita  akan minta bantuan Kementerian Pertanian (Kemtan) untuk  bisa mendapatkan cabe langsung di petani dengan harga di bawah pasar. Kita disini tidak cari untung. Break Event Point (balik modal, red) aja sudah bagus yang peting tidak sampai rugi,"  katannya.

Dengan bantuan Kemtan, ia mengaku akan bisa membeli cabe dari petani lebih murah dan bisa menjual ke pasar OSH juga bisa jauh di bawah harga pasar saat ini. "Kemtan kan ada kerjasama dan bantuan dengan kelompok tani yang telah diberikan bantuan, sehingga harga cabe yang kita beli langsung ke petani bisa lebih murah,"   tuturnya.

Stok cabe tersebut saat ini diperoleh Bulog dari petani di wilayah Kabupaten Mojokerto. Besok stok akan ditambah dari wilayah Sitobondo dan Kediri. Saat ditanya waktu OSH cabe ini, Witono mengaku tidak ada batas waktu yang ditetapkan. “Operasi stabilisasi harga cabe ini akan terus kami lakukan sampai harga stabil dan normal kembali,” tegasnya.

Jika stok cabe yang dimiliki Bulog masih cukup banyak, pihaknya juga berencana akan bekerjasama dengan Pemprov Jatim. "Kalau stok cabe banyak kita juga bisa sewa cold storage yang ada di Puspa Agro. Tapi kalau cabe yang kita jual sisa sedikit cukup kita simpan di freezer (lemari pendingan kecil) yang kita punya," jelasnya.

Mengenai lonjakan harga cabe saat ini, lanjut Witono, lebih banyak disebabkan karena faktor cuaca. Curah hujan tinggi dan juga hama menjadikan suplai cabe ke pasar menurun. "Ini menjadikan harga melonjak," tuturnya.

Saat disinggung adanya permainan tengkulak, ia menegaskan hal itu juga terjadi dan menjadi salah satu faktor lonjakan harga. Atas kendala itu, Bulog hadir untuk stabilisasikan harga.

Kepala Unit Pasar Wonokromo PD Pasar Surya, M Masrul mengatakan, lonjakan harga cabe sudah terjadi sejak tiga minggu terakir yakni sebelum Natal dan Tahun Baru. Desember lalu lonjakan harga cabe terjadi karena permintaan cabe meningkat. Selain momen hari besar juga banyak warga yang punya hajat seperti pernikahan dan perayaan Maulid Nabi.

Mengenai harga, setiap harinya terjadi fluktuasi. "Kemarin harga di pasar cabe rawit mencapai Rp 100 ribu per kg. Hari ini turun Rp 10 ribu menjadi Rp 90 ribu per kg. Jadi harga yang mengalami lonjakan ini hanya cabe. Komoditi lain seperti bawang, gula dan beras masih normal," pungkasnya.kbc6

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: