Kinerja terus melorot, McDonald's lego sahamnya ke BUMN China

Selasa, 10 Januari 2017 | 07:56 WIB ET

BEIJING, kabarbisnis.com: Jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat (AS) McDonald's dikabarkan bakal menjual sebagian besar sahamnya pada perusahaannya di China dan di Hong Kong senilai US$2,08 miliar.

Penjualan sebagian besar saham McDonald's di China dan di Hong Kong tersebut kepada sebuah konsorsium bisnis, termasuk BUMN Citic dan Carlyle Group. Rencana penjualan tersebut dipaparkan pada Senin.

Rencana penjualan tersebut merupakan bagian dari upaya McDonald's untuk keluar dari pertumbuhan kinerja yang melambat di China dan Hong Kong.

Seperti dikutip dari AFP, Senin (9/1/2017), Citic Limited, Citic Capital Holdings, Carlyle Group dan McDonald's kemudian akan membuat sebuah perusahaan yang berfungsi sebagai agen franchise untuk jaringan bisnis McDonald's di China dan Hong Kong untuk 20 tahun.

Citic merupakan BUMN China yang bisnisnya bervariasi mulai dari energi, manufaktur, hingga real estate.

Dalam pernyataannya ke Hong Kong Stock Exchange, pembelian saham McDonald's tersebut aan meningkatkan eksposurnya ke sektor konsumer di China, yang mana digadang jadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi China dalam beberapa dekade mendatang.

Sebelumnya, McDonald's mengumumkan akan menjual 2.600 restorannya di China dan Hong Kong setelah penjualannya anjlok pasca meningkatnya tensi perseteruan di Laut China Selatan.

Bisnis McDonald's di China juga terkendala isu keamanan pada 2014 lalu yang melibatkan salah satu pemasok dagingnya.

Pasca penjualan saham tersebut, nantinya Citic dan Citic Capital akan memegang 52 persen saham. Carlyle akan memegang 28 perse saham sementara sisanya, McDonald's akan memegang 20 persen saham di perusahaan baru tersebut.

Perusahaan baru tersebut akan fokus pada pertumbuhan di kota-kota kecil di China, serta berencana menambah 1.500 jaringan restoran baru di China dan hong Kong dalam lima tahun ke depan. kbc10

Bagikan artikel ini: