Menteri Rudiantara ingin marketplace ikut bantu salurkan KUR

Rabu, 11 Januari 2017 | 08:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan mendorong agar kredit usaha rakyat (KUR) dari bank penyalur dapat menyasar UKM dan pedagang di marketplace (platform jual-beli) seperti Buka Lapak, dan sebagainya.

"Iya nanti saya ajak temen-temen marketplace untuk bicara sama bank, untuk nyalurin KUR, datanya ada. Karena KUR yang dari pemerintah itu kan dilakokasikan lewat bank, bank yang menyalurkan, nanti dengan bank penyalur," kata Menteri usai menghadiri acara ulang tahun Buka Lapak di Jakarta, Selasa 10 Januari 2017 seperti dikutip dari Antara.

Marketplace merupakan salah satu tempat berkumpulnya para wirausahawan UKM maupun pedagang untuk berjualan secara online.Dalam marketplace tersebut memuat data profil pedagang, baik data pribadi maupun transaksi yang terjadi, sehingga di marketplace dapat terlihat profil data wirausahawan yang lebih lengkap.

Sementara bank yang akan menyalurkan kredit membutuhkan berbagai data pelanggan yang ingin mengajukan kredit tersebut. Bank perlu mengetahui profil para pelanggannya (know your customer).

Dengan adanya dukungan data terkait wirausahawan dari marketplace tersebut, maka bank dapat lebih mudah mengetahui kelayakan debitur untuk memperoleh KUR. Untuk itu, menurut Rudiantara, marketplace merupakan salah satu wahana untuk menyalurkan KUR yang paling memenuhi syarat.

"Menurut saya (marketplace) paling eligible (memenuhi syarat), karena apa, kita tahu berapa pendapatannya, rumahnya di mana, dan lain sebagainya, sedangkan KUR yang lain kan kadang-kadang hanya kolateral saja, kolateral kan orang pinjam Rp25 juta-Rp50 juta, jaminannya tanah Rp 100 juta. Rp 100 juta tanah itu sertifikat itu tidak gampang dijual lho," kata Rudiantara.

Rudiantara menambahkan, dengan pedagang dan UKM yang mencapai jutaan orang itu, maka penyaluran KUR melalui marketplace sangat berpotensi.

Sementara itu, pada 2017, pemerintah menargetkan alokasi KUR sebesar Rp 100 juta-Rp 120 triliun. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: