Kerjasama dengan BTN, Puri Kokoh beri akses rumah untuk pensiun dan masyarakat non bankable

Rabu, 11 Januari 2017 | 08:58 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keinginan PT Kokoh Anugerah Nusantara (KAN) untuk memberikan akses memiliki rumah kepada masyarakat berpenghasilan rendah kian dipertegas. Untuk itu, KAN telah menandatangani nota kesepakatan dengan Bank Tabungan Negara (BTN) tentang program rumah untuk pensiunan dan masyarakat yang tidak bankable yang belum memiliki murah di setiap proyek yang dibangun.

"Ada dua program yang cukup menarik yang akan kami luncurkan, yaitu akses rumah untuk pensiunan atau yang akan menjalani masa pensiun serta akses rumah untuk masyarakat yang diaggap non bankable," ujar Owner PT KAN, Kan Eddy di Surabaya, Selasa (10/1/2017).

Untuk program pensiunan, mekanismenya adalah dengan mengarahkan pembayaran uang pensiun ke bank BTN dan BTN akan memberikan kredit rumah kepada pensiunan tersebut hingga 10 tahun.

"Kalau biasanya kan bank tidak mau memberikan kredit kepada pensiunan diatas 5 tahun. Padahal gaji pensiunannya banyak yang mencapai Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Kalau misal ambil rumah di Puri Kokoh dengan cicilan Rp 1 juta per bulan kan masih bisa," ujarnya.

Sementara program rumah untuk masyarakat yang dinilai tidak bankable dilakukan dengan menjadikan perusahaan Puri Kokoh sebagai afalis atau penjamin mereka. Untuk itu, Puri Kokoh telah menempatkan dana sebesar Rp 200 juta di BTN. Dalam pelaksanaannya, jika ada kredit yang macet, BTN bisa langsung ambil dari simpanan dana tersebut. Tetapi jika bulanan tidak dibayar hingga 6 bulan, maka Puri Kokoh akan melakukan buy back atau pembelian kembali atas unit rumah tersebut.

"Kami sudah melakukan survei, hasilnya menunjukkan, orang yang dianggap tidak bankable seperti tukang ojek, tukang sayur dan kelompok ekonomi mandiri lainnya yang belum memiliki rumah ternyata ketaatan untuk membayar kredit itu lebih tinggi. Sebab rumah itu menjadi harta satu-satunya yang harus dipertahankan," terang Edi.

Untuk kedua program tersebut, Puri Kokoh telah mengalokasikan 10% hingga 15% dari total unit rumah yang digarap. Di proyek Puri Kokoh Gresik misalnya, ada sekitar 50 unit yang dialokasikan untuk kedua program tersebut. "Secepatnya akan kami luncurkan. Kami berharap ada banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang terbantu melalui proyek yang kami jalankan," tegasnya.

Komitmen Puri Kokoh untuk menyediakan rumah bagi masyarakat kelas menengah bawah ini memang ditegaskan mulai awal, sehingga dari seluruh unit yang akan dibangun di Gresik yang berjumlah 500 unit, 80% atau sekitar 400 unit dibangun dengan tipe Nusantara atau tipe 36. Dan hanya 100 unit yang dibangun dengan tipe besar.

"Selain memang karena niat kami dari awal, sebenarnya pasar untuk kelas bawah ini sangat luas. Dan sejauh ini belum ada perusahaan properti yang core bisnisnya adalah rumah murah karena dianggap banyaknya problem yang bakal dihadapi. Padahal 80% pasar properti ada dikelas tersebut. Makin murah rumah, makin banyak pasarnya. Dan ini menurut saya bisa menjadi bom waktu. Bayangkan saja, jima 80% masyarakat Indonesia tidak diberikan akses untuk memiliki rumah, apa mereka gk berontak nantinya?," tanya Edi.

Terkait penjualan unit rumah di Puri Kokoh Gresik yang tengah berjalan menurut pengakuannya cukup bagus. Ada sekitar 200an unit yang terjual dalam kurun waktu satu setengah bulan. Ia menargetkan, 500 unit rumah yang direncanakan akan dibangun di Gresik tersebut bakal ludes di bulan Aprik besok.

"Setelah ini kami akan kosentrasi di corporate, ada beberapa yang sudah menyatakan minatnya agar kami membangunkan perumahan untuk mereka. Salah satunya dengan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Darat," ujarnya.kbc6

Bagikan artikel ini: