Manfaatkan lahan di SPBU, Pertamina mulai buka peluang bisnis makanan bagi masyarakat

Rabu, 11 Januari 2017 | 22:22 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Keinginan PT Pertamina untuk memberikan layanan lebih baik lagi bagi konsumen kian ditegaskan. Melalui anak perusahaan PT. Pertamina Retail, Pertamina berinovasi dengan merangkul kemitraan yang saling menguntungkan untuk kebutuhan bisnis Non Fuel Retail di SPBU-SPBU yang tersebar di Indonesia, seperti bisnis makanan dan minuman.

Di Surabaya hal tersebut dilakukan dengan merangkul beberapa perusahaan seperti PT Bintang Inda Jaya, perusahaan yang memroduksi Roti Boy dengan membuka outletnya di SPBU COCO Jemursari.

Retail Fuel Marketing Region Manager V  PT Pertamina, Made Adi Putra mengatakan dengan memfasilitasi tersedianya ruang bagi bisnis Non Fuel Retail di setiap SPBU, Pertamina mencoba menjawab kebutuhan pelanggan yang makin berkembang. Pertamina telah menjadikan SPBU tak sekedar sebagai tempat hanya untuk mengisi bahan bakar namun menjadi pusat bisnis strategis yang ditandai dengan kehadiran beberapa fasilitas penunjang seperti waralaba ritel (mini market), mesin ATM, mesin non tunai, fast moving good termasuk outlet-outlet makanan dan minuman.

"Tersedianya ruang bagi bisnis non fuel retail di SPBU ini untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan setia kami sekaligus wadah yang tepat bagi perusahaan retail yang ingin mengembangkan lini bisnisnya. Selain itu dengan keunggulan jumlah SPBU yang sangat banyak yaitu 847 SPBU di Jawa Timur dan sekitar 6,000 SPBU yang tersebar di seluruh Indonesia, mitra yang bergabung dengan Pertamina dapat hadir semakin dekat ke target konsumennya. Sementara untuk konsumen dengan semakin banyaknya fasilitas di SPBU dan tampilan yang modern, rapih, bersih dan nyaman, diharapkan bisa membuat konsumen semakin betah berlama-lama di SPBU, tak sekedar mengisi bahan bakar saja," jelas Made saat peresmian outlet Roti Boy di SPBU COCO Jemursari Surabaya, Rabu (11/1/2017).

Langkah itu menurutnya juga dalam upaya mewujudkan keinginan Pertamina untuk meningkatkan layanan dengan meluncurkan SPBU Pasti Prima yang memiliki minimal 5 layanan publik non fuel, diantaranya layanan food to go, ganti oli, pengisian nitrogen, store atau pertokoan dan mesin ATM.

"Dulu Pasti Pas, karena espektasi masyarakat naik maka kami luncurkan Pasti Prima. Di Jatim baru disini yang Pasti Prima, tetapi kami menargetkan ada 75 SPBU yang akan menjadi Pasti Prima di tahun ini. Untuk layanan food to go juga tidak harus dengan Roti Boy, bisa dengan perusahaan lain, baik skala nasional maupun lokal. Kalau secara nasional, selain dengan Roti Boy, kami sudah bekerjasama dengan Amanda Brownies, Dunking Donnut dan Kebab Baba Rafi. Sementara lokal ada di Madura, Suteko, Susu Teh dan Kopi," terangnya.

Penawaran kemitraan bagi pengembangan bisnis yang dilakukan oleh Pertamina melalui SPBU ini merupakan strategi ke depan untuk terus meningkatkan kegunaan SPBU yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Dengan merangkul kemitraan, kami memberikan strategi bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Dari sisi Pertamina maupun pengusaha SPBU tentunya kehadiran mitra strategis ini akan semakin meningkatkan keseluruhan tampilan SPBU dan dapat mendorong lebih banyak pelanggan untuk datang ke SPBU Pertamina. Untuk mitra Non Fuel Retail lokasi SPBU yang strategis, SPBU memiliki trafic yang tinggi setiap harinya, sehingga bagus dalam berbisnis," ujar Made.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Bintang Inda Jaya, Adhi Setyo mengatakan bahwa kerjasama ini telah dilakukan sejak Februari 2016 dengan Pertamina Pusat. Tetapi di Jatim, baru sekarang terealisasi karena pihaknya harus memenuhi berbagai persyaratan, termasuk tentang standar keamanan dan kesehatan.

"Target kami di quartal I/2017 akan ada tiga hingga empat outlet yang akan kami buka, di SPBU Jemursari, SPBU jalan Mastrip, SPBU Pakuwon dan SPBU di Sidoarjo. Kami melakukan kajian dan evaluasi. Kalau espektasi bagus, animo masyarakat tinggi, maka kami akan terus kembangkan. Karena kami juga baru memulai untuk yang open space seperti ini, biasanya kami hadir di mall atau di fasilitas layanan publik seperti di Bandara Juanda dan Terminal Purabaya," ujar Adhi.

Untuk jenis outlet yang dibangun di SPBU, karena pertimbangan keamanan, maka ditetapkan tipe B yang hanya menggunakan fasilitas pemanas dari listrik, bukan yang tipe A yang bisa memasak. Adapun investasi yang dibutuhkan untuk satu outlet Roti Boy tipe B ini dibawah Rp 100 juta.

"Target pendapatan untuk outlet tipe B mencapai Rp 60 juta hingga Rp 70 juta per bulan," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: