BI Provinsi Jatim punya bos baru

Rabu, 11 Januari 2017 | 22:26 WIB ET
Difi Ahmad Johansyah
Difi Ahmad Johansyah

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur mempunyai nahkoda baru. Difi Ahmad Johansyah, diangkat menjadi Kepala Perwakilan BI Jatim yang baru, menggantikan pejabat lama Benny Siswanto yang mendapat jabatan baru sebagai Kepala Departemen Regional I BI yang membawahi Kantor Perwakilan BI di wilayah Sumatera.

Difi Ahmad Johansyah sendiri sebelumnya bertugas sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya Difi juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Komunikasi BI.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo, dalam upacara serah terima jabatan Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, mengatakan BI Jatim dibawah kepemimpinan Benny Siswanto mempunyai catatan yang bagus dalam mendorong pengembangan ekonomi dan mengawal inflasi, serta menjaga kelancaran sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan di Jatim.

“Salah satu yang patut diapresiasi adalah pengendalian inflasi dimana Provinsi Jatim mencatatkan inflasi yang lebih rendah pada tahun 2016 lalu yakni di angka 2,74% dibandingkan nasional yang masih diatas 3%. Berbagai program pengendalian inflasi yang diinisiasi BI dan stakeholder terkait terbukti mampu menekan inflasi dibawah target yang sudah ditetapkan,” kata Agus di sela upacara serah terima jabatan Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim di Gedung BI Jatim di Surabaya, Rabu (11/1/2017).  

Dalam pengendalian inflasi, Provinsi Jatim meraih beberapa penghargaan dalam upaya pengendalian inflasi daerah yaitu TPID terbaik tahun 2015 dan TPID Terinovatif Tahun 2016. Selain pengendalian inflasi, keberhasilan lain Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur adalah dalam mendorong Gerakan Nasional Non Tunai dalam transaksi pemerintah maupun publik. Penyelenggaraan kas kapal keluar pulau bekerjasama dengan TNI AL rutin dilakukan untuk menjaga kecukupan dan kelayakan uang beredar di pulau–pulau terluar Jawa Timur. Tidak kalah pentingnya, koordinasi dan sinergi dengan OJK Regional IV dan Perbankan melalui Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) berjalan dengan baik.

“Kami berharap Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim yang baru dilantik bisa meningkatkan koordinasi dan komunikasi, serta bersinergi dengan Pemerintah dalam memberikan kontribusi positif dalam mengawal inflasi, mendorong pengembangan ekonomi daerah, menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan menjamin stabilitas sistem keuangan di Jawa Timur,” ujar Agus.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Soekarwo, dalam kesempatan yang sama berharap dengan kepemimpinan baru di BI Provinsi Jatim bisa memberikan lebih banyak dorongan ke sektor riil khususnya pengusaha skala UMKM.

“Di Jatim ini UMKM sangat berperan dalam perekonomian, PDRB jatim tahun 2016 lalu hampir 60% diantaranya disumbang oleh sektor UMKM. Karenanya kedepan kami ingin meningkatkan sinergi dengan Bank Indonesia salah satunya dalam pengembangan UMKM di Jatim. Hal ini sejalan dengan target Gubernur BI yang ingin agar penyaluran kredit perbankan di sektor UMKM mampu mencapai 20 persen tahun 2018 nanti,” tutur Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo. kbc8

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: