Tawaran bunga murah dari bank-bank daerah

Rabu, 11 Januari 2017 | 22:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Beberapa bank daerah gencar menawarkan kredit mikro dengan bunga murah di bawah bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditetapkan sebesar 9% per tahun.

Salah satu bank daerah yang telah memiliki produk mikro dengan bunga rendah, yakni sebesar 7% per tahun adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah atau Bank Jateng, yang merilis produk ini pada sekitar Mei 2016.

Direktur Bisnis Bank Jateng Pujiono mengatakan produk mikro dengan nama Mitra Jateng 25 akan terus dilanjutkan penyalurannya pada tahun ini. Perseroan juga menambah alokasi dana yang disalurkan kepada pengusaha mikro di wilayah Jawa Tengah.

“Hingga Desember 2016 ada 8.094 nasabah dengan nilai penyaluran Rp151,4 miliar. Target kami di April 2016 bisa disalurkan Rp350 miliar,” katanya, Selasa (10/1/2017).

Kendati memberikan kredit mikro dengan bunga 7% per tahun, Pujiono menyatakan produk ini tidak berdampak mengurangi pendapatan bunga bank. Pasalnya, alokasi dana untuk kredit Mitra Jateng 25 hanya sekitar 1% dibandingkan dengan total outstanding kredit perseroan.

Selain itu, terdapat subsidi bunga silang di mana kredit di segmen lain masih memiliki bunga di atas 10%, seperti kredit korporasi untuk sektor konstruksi. “Kami juga melihat kalau nasabah mikro kami berkembang bagus, potensial untuk naik menjadi nasabah komersial kami,” jelasnya seperti dikutip dari Bisnis.com.

Hingga akhir tahun ini, Pujiono menyebutkan penyaluran kredit Mitra Jateng 25, yang banyak diberikan ke sektor perdagangan dan pertanian ini, diharapkan bisa di kisaran Rp400 miliar hingga Rp500 miliar.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. atau Bank Jatim juga memiliki produk mikro dengan bunga 7%. Direktur Agrobisnis & Usaha Syariah Bank Jatim Tony Sudjiaryanto mengatakan, produk ini mulai disalurkan pada pertengahan tahun lalu dan khusus ditujukan ke sektor primer yang menyerap banyak tenaga kerja, seperti industri pengolahan kedelai.

Sumber dana untuk produk ini, kata Tony, berasal dari pemerintah provinsi dengan bunga 2% per tahun, sehingga walaupun disalurkan dengan bunga 7%, perseroan masih memiliki keuntungan 5%.

Hingga akhir tahun lalu, kredit mikro yang disalurkan bank dengan kode emiten BJTM ini senilai Rp100 miliar. “Tahun ini kami akan tambah Rp200 miliar. Plafon pinjaman untuk produk ini antara Rp20 juta sampai 50 juta. Kami memang ingin menyasar segmen primer, untuk usaha mikro kecil yang bermanfaat untuk ekonomi Jawa Timur,” jelas Tony.

Pada Desember 2016, Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 4,45% secara tahunan atau senilai Rp29,67 triliun. Dari sisi profitabilitas, perseroan meraih laba bersih senilai Rp1,03 triliun atau tumbuh 16,25% year on year.

Selain kedua bank tersebut, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Edie Rizliyanto mengatakan pihaknya juga memiliki produk kredit mikro dengan bunga sebesar 6,99% per tahun. Produk ini diberi nama Sahabat Insan Pengusaha Pemula atau SIPP dan mulai dirilis pada November 2016. “Untuk plafon, maksimal Rp15 juta. Kami bekerja sama dengan HIPMI Sumut dalam penyalurannya,” kata Edie.

Dia menyebutkan dana untuk kredit ini merupakan dana milik sendiri dengan skema funding cost yang mirip BPD lain, di mana biaya dana atau cost of fund masih menguntungkan untuk produk ini. Adapun, untuk tahun ayam api, Bank Sumut menyediakan alokasi untuk 1.600 nasabah atau Rp24 miliar. kbc10

 

Bagikan artikel ini: