Kementan tetapkan 15 wilayah sumber bibit sapi lokal

Kamis, 12 Januari 2017 | 09:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sampai saat ini Kementerian Pertanian telah menetapkan 15 wilayah sumber bibit yang berada di 14 (empat belas) kabupaten di Indonesia.Langkah ini sebagai perwujudan sekaligus  menjamin ketersediaan bibit ternak baik secara jumlah maupun mutu.

Dari jumlah tersebut terdapat empat diantaranya merupakan wilayah sumber bibit sapi Bali, yaitu Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Barru, Kabupaten Kelungkung, Kabupaten Barito Koala. Adapun wilayah sumber bibit sapi Bali di Kabupaten Konawe Selatan ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 803/Kpts/PK.030/12/2016.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Surahman Suwardi dalam keterangan tertulis di Jakarta,Kamis (12/1/2017) mengatakan, penetapan wilayah sumber bibit sapi merupakan salah satu amanah dari UU No 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan PP No. 48/2011 tentang Sumber Daya Genetik Hewan dan Perbibitan Ternak, serta Permentan No. 48/OT.140/9/2011 Junto No. 64/Permentan/OT.140/11/2012 tentang Pewilayahan Sumber Bibit.

Adanya pewilayahan sumber bibit antara lain untuk membentuk wilayah/daerah pemurnian ternak asli/lokal Indonesia, sehingga ternak asli/lokal Indonesia dapat lestari. Fasilitasi pemerintah ini sebagai perwujudan sekaligus  menjamin ketersediaan bibit ternak baik secara jumlah maupun mutu.

Bibit ternak merupakan salah satu sarana produksi strategis untuk meningkatkan produktivitas ternak. Ketersediaan bibit ternak yang berkualitas dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bibit ternak secara nasional, sehingga dapat mempercepat peningkatan produksi ternak.

Selain itu, diperlukan juga ketersediaan ternak bibit yang dapat melahirkan sepanjang tahun dengan anak yang berkualitas tinggi, sehingga dapat menghasilkan produksi daging yang lebih banyak.

Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam acara panen pedet di Provinsi Sulawesi Tenggara meminta peternak merealisasikan pencapaian target produksi 47.468 ekor sapi pada pelaksanaan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).Permintaan ini diajukan sejalan dengan telah ditetapkannya Kabupaten Konawe Selatan sebagai wilayah sumber bibit sapi Bali.

Kabupaten Konawe Selatan pada tahun 2017 menargetkan 11.865 ekor akseptor, dengan target kebuntingan ternak minimal 8.305 ekor.Untuk mendukung pengembangan sapi potong di Provinsi Sulawesi Tenggara ini, Kementan telah mengalokasikan 763 ekor senilai Rp 6,217 milyar pada tahun 2016 dan untuk Kabupaten Konawe Selatan sendiri telah didistribusikan 91 ekor sapi kepada tujuh kelompok peternak.kbc11

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: