AJB Bumiputera harus terus eksis di tengah ketatnya persaingan bisnis asuransi

Kamis, 12 Januari 2017 | 14:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera terus memperkuat diri setelah sempat dilanda permasalahan. Cikal-bakal industri asuransi di Indonesia tersebut harus tetap dijaga eksistensinya di tengah kompetisi yang semakin ketat. AJB Bumiputera harus tetap kuat karena juga sekaligus mencerminkan konsolidasi ekonomi rakyat.

Hal itu disampaikan Pengelola Statuter Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Adhie Massardi di hadapan puluhan kepala cabang AJB Bumiputera wilayah Purwokerto, Kamis (12/1) pagi.

Adhie ditunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai salah satu anggota Pengelola Statuter Bumiputera untuk melakukan restrukturisasi guna penguatan dan pengembangan AJBB yang sempat diguncang isu bermasalah. Adhie mengatakan sudah berhasil melakukan skema penyelesaian yang lugas, sehingga hak-hak lebih dari enam juta pemegang polis bisa terjamin.

"Pengelola Statuter sudah final membuat skema penguatan AJB Bumiputera, dengan melahirkan, antara lain PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera (AJSB) dan PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) yang struktur bisnis lebih fleksibel sehingga lebih kompetitif dan bisa cepat menyesuaikan dengan tren bisnis asuransi berbasis IT," ujar Adhie.

Dikatakan, sekarang pemerintah tidak perlu khawatir Bumiputera yang memiliki lebih dari enam juta pemegang polis berpotensi mengguncang stabilitas sistem keuangan nasional. Sebab, sudah lahir dua usaha baru (AJSB dan AJB). "Dalam tempo dua tahun ke depan neraca keuangan AJB Bumiputera sudah mulai stabil," tambahnya.

Mengenai mundurnya dua Pengelola Statuter sehingga kini tinggal lima orang, Adhie mengatakan itu bukan hal yang aneh. Memang ada perbedaan pandangan, tapi itu hal biasa. Sementara konsep kerja di Pengelola Statuter harus kompak dan mufakat bulat dalam pengambilan keputusan.

"Keputusan PS memang harus bulat, karena ini menyangkut pengelolaan uang triliunan rupiah dan pelepasan aset untuk menambah cadangan uang yang kalau salah bukan saja menjadi kesalahan strategi, tapi juga berdampak pidana," ujar Adhie. kbc3

Bagikan artikel ini: