LPS bayar klaim Rp168 miliar ke nasabah bank yang izinnya dicabut

Kamis, 12 Januari 2017 | 17:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sepanjang 2016, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah membayarkan klaim kepada nasabah bank yang dicabut izinnya sebesar Rp168,51 miliar. Dana itu dibayarkan ke 36.513 rekening di bank yang dicabut izinnya.

Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Ferdinan D. Purba menjelaskan, pada 2016, terdapat 2.033 rekening yang tidak layak bayar yang sebagian besar disebabkan, karena pemilik rekening terkait kredit macet.

"Hanya ada 16 rekening tidak layak bayar, karena bunga simpanannya di atas bunga penjaminan LPS. Ini cukup bagus, karena artinya masyarakat semakin tahu dan paham mengenai ketentuan persyaratan layak bayar dan simpanan yang dijamin," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/1).

Dia menambahkan, sepanjang 2016, LPS telah melikuidasi 10 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kesepuluh bank tersebut ada di Jawa Timur sebanyak tiga bank, Sumatera Barat dua bank, Jawa Barat dua bank, Yogyakarta satu bank, Sulawesi Selatan satu bank, dan Sulawesi Tenggara satu bank.

"Hingga saat ini, LPS telah melikuidasi terhadap 76 bank (satu bank umum, 70 BPR, dan lima BPRS). Dari 76 bank yang dilikuidasi tersebut, yang telah selesai proses likuidasinya sebanyak 63 bank," terangnya. kbc2

 

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: