Ajukan dana pinjaman untuk bisnis? Perhatikan hal ini

Jum'at, 13 Januari 2017 | 11:36 WIB ET

MODAL usaha merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya. Terlepas dari ide brilian yang dimiliki, antusiasme tinggi untuk merintis bisnis yang digeluti, target market yang telah sukses dibidik, kekurangan modal bisnis seringkali menjadi benturan bagi para pelaku bisnis. Salah satu alternatif untuk mendapatkan modal bisnis adalah dengan mengajukan dana pinjaman kepada bank.

Jika sedang merencanakan pengajuan kredit pinjaman ke lembaga keuangan seperti bank, sudahkah memperhatikan lima hal penting di bawah ini?

Perhitungkan kebutuhan dana yang dibutuhkan

Ketika sudah memberanikan diri untuk meningkatkan usaha dengan menambah modal bisnis yang ada, itu artinya sudah bisa menjamin bahwa bisnis yang dijalani sudah berjalan setidaknya di kategori lancar. Ketika peningkatan modal usaha sudah benar-benar diperlukan, hal yang harus diingat adalah kemampuan bayar pinjaman.

Hitung dari awal jumlah seluruh kebutuhan dan rencana pemakaian modal pada setiap item-nya. Persentase modal tambahan untuk investasi tempat, penambahan lokasi atau peningkatan layanan bisa dirancang sedari awal. Hal lain yang diperlukan sekaligus aspek lain yang perlu ditetapkan di awal contohnya jumlah modal pinjaman, tenor pinjaman dan sumber dana pinjaman.

Kebutuhan dana bisnis dan dana pribadi hendaknya tidak disatukan perhitungannya, walaupun subjek yang akan menyelesaikan pembiayannya adalah sama yaitu diri sendiri, dalam manajemen keuangan yang sehat hal ini tidak diperkenankan.

Tetapkan jumlah dana pinjaman

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jumlah dana pinjaman yang diajukan alangkah baiknya harus berbanding lurus dengan kemampuan bayar. Pinjaman adalah kewajiban yang sifatnya mengikat, serta akan menjadi utang. Perhatikanlah rencana pengembalian piutang terhadap rancangan pembayaran utang. Bijaklah dalam menentukan angka, terkadang kita mencampuradukkan kepentingan pribadi dengan kepentingan bisnis. Hal itu bukannya tidak diperbolehkan, kecuali sudah  bisa mengatur keduanya dengan baik dan bertanggungjawab, persoalan di atas tidak menjadi masalah berarti.

Pilihan alternatif lembaga keuangan

Saat memutuskan untuk mengajukan dana pinjaman, cermatlah dalam penawaran yang diberikan. Tidak ada salahnya melakukan survei pada beberapa lembaga keuangan yang menawarkan sejumlah dana pinjaman. Lembaga keuangan ini bisa mencakup bank, pegadaian, atau lembaga lain selain bank dengan tetap mempertimbangkan kredibiltasnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika sudah memasuki tahap survei pemberi pinjaman yaitu jenis pinjaman yang difasilitasi, apakah termasuk kategori kredit investasi ataupun kredit modal kerja. Persyaratan yang diberikan oleh pemberi pinjaman (kreditur) biasanya bervariasi, silakan sesuaikan dengan kondisi saat ini. Perhitungkan juga agunan yang diperbolehkan serta prosedur top-up kredit jika sewaktu-waktu diperlukan tambahan modal selanjutnya.

Agunan pinjaman? Perhatikan hal ini

Hampir semua fasilitas pinjaman mewajibkan calon peminjam memiliki agunan yang dijaminkan kepada pemberi pinjaman. Hal ini dimaksudkan sebagai jaminan kepercayaan atas pinjaman yang diberikan. Setiap lembaga keuangan mempunyai ketentuan agunan yang berbeda-beda untuk fasilitas pinjaman yang diberikan, perhatikan ketentuan apakah agunan difasilitasi asuransi, biaya pemeliharaan yang timbul apa saja, ketentuan hak milik agunan yang diperbolehkan serta penjamin dari agunan tersebut sendiri. Dalam hal jaminan agunan ini, pahami secara detail setiap poin ketentuan yang dipersyaratkan oleh pemberi pinjaman, karena dengan menjadikan aset sebagai agunan, berarti bersedia menerima konsekuensi jika sampai suatu hari pembayaran utang itu tidak lancar, agunan yang dijaminkan itu akan berpindah status kepemilikannya.

Konsekuensi menjadi peminjam

Saat sudah memutuskan untuk menjadi seorang peminjam dana, posisikan diri pada berbagai kemungkinan. Sebagai peminjam atau debitur, nama dan status keuangan akan tercatat oleh Lembaga Keuangan sebagai subjek kredit. Konsekuensi dari hal ini, harus sudah bisa mencadangkan sikap yang akan diambil apabila terdapat hal-hal buruk yang bisa saja terjadi  pada bisnis. Contonya keterlambatan pembayaran yang mungkin terjadi karena naik-turunnya laba rugi bisnis, musibah tindak pencurian di tempat bisnis, dan lain sebagainya. Pastikan konsultasi dari sejak awal pengajuan pinjaman dilakukan dengan penuh perhitungan. Konsultasi sederhana dengan teman atau relasi yang mengerti akan hal tersebut bisa menjadi alternatif sebelum memulai. (ayopreneur)

Bagikan artikel ini: