Menteri Arief ingin ASEAN jadi destinasi wisata terintegrasi

Jum'at, 20 Januari 2017 | 06:56 WIB ET

Jakarta, kabarbisnis.com: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong tiga strategi, yakni competitive, comparative, dan collaborative (3C) dalam menjalin kerja sama regional bidang kepariwisataan bersama negara-negara anggota ASEAN. Hal itu ditekankan Menpar Arief saat pertemuan Forum Pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Forum/ATF) yang berlangsung 16-20 Januari 2017, di Singapura.

“ASEAN dengan 10 negara dikunjungi lebih dari 115,8 juta wisman tahun 2016, naik sekitar 7% dan angkanya terus bertambah. Kita masih kecil, hanya di kisaran 10-12%. Thailand sekitar 30%, Malaysia 25%, Singapura 15%, baru Indonesia, dan negara-negara lainnya seperti Vietnam, Filipina, Brunei, Kamboja, Laos dan Myanmar. Artinya, kita harus berkolaborasi untuk menjadi besar,” kata Menpar di sela-sela pertemuan menteri pariwisata ASEAN.

Forum Pariwisata ASEAN, lanjut Arief, sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Pertimbangannya, pertama, jika diteropong dari sisi 3S, --size (ukuran), sustainability (pertumbuhan), dan spread (hasil)--, pariwisata Indonesia masih belum bisa mengalahkan Thailand, Malaysia dan Singapura. “Memang dari sisi pertumbuhan hanya tertinggal dari Thailand dan Vietnam. Tetapi dari sisi size dan spread-nya masih harus mengejar Thailand, Malaysia, dan Singapura,” jelasnya.

Karena posisinya bukan yang terbesar, Indonesia akan lebih diuntungkan jika bergabung dalam promosi dan event bersama antarnegara ASEAN. Hal itu pula yang menjadi komitmen penting di ATF 2017. “Inilah implementasi dari collaboration. Masing-masing negara punya kekuatan destinasi tersendiri, punya competitive dan comparative advantage. Ketika beragam kekuatan itu disatukan, maka akan saling mengisi kekurangan, dan menjadi satu,” ujarnya.

Kedua, ATF 2017 menjadi penting karena momentumnya bersamaan dengan golden celebration, atau 50 tahun ASEAN. Kalau ASEAN kuat dan maju bersama, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar, wilayah terluas, dan destinasi wisata terbanyak, akan memiliki peluang lebih besar untuk maju. “Saya yang me-launching Visit ASEAN50@ Golden Celebration di ITB Berlin, Jerman 2016 lalu,” ungkapnya. kbc9

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: