Realisasi investasi langsung sepanjang 2016 capai Rp612,8 triliun

Rabu, 25 Januari 2017 | 20:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan realisasi investasi kuartal keempat tahun ini sebesar Rp 159,4 triliun atau naik 9,6 persen dibanding tahun lalu. Adapun sepanjang tahun 2016, realisasi investasi di Tanah Air mencapai Rp 612,8 triliun.

Deputi Pelaksana BKPM Azhar Lubis di Jakarta, Rabu (25/1/2017) mengatakan realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di triwulan IV-2016 ini mengalami peningkatan 25,8% dibanding periode yang sama tahun 2015 menjadi sebesar Rp 58,1 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 101,3 atau tumbuh 2,1%.

Sementara itu, realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2016 yang sebesar Rp 612,8 triliun tersebut, mengalami kenaikan 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 545,4 triliun. Realisasi investasi secara kumulatif ini, untuk PMDN naik 20,5% menjadi Rp 216,2 triliun, sedangkan untuk PMA naik 8,4% menjadi sebesar Rp 396,6 triliun.

"Capaian realisasi investasi sepanjang tahun 2016 ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya yang sebesar Rp 594,8 triliun atau melampaui target sebesar 3,0 persen. Ini pertama kali menembus Rp 600-an triliun," kata Azhar.

Azhar mengatakan dari realisasi investasi triwulan IV tersebut mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 434.466 orang terdiri dari proyek PMDN sebanyak  124.843 orang dan proyek PMA 309.623 orang. Semenara lima sektor dari realisasi PMDN di antaranya industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi Rp 12,9 triliun, listrik, gas dan air Rp 11,5 triliun, industri makanan Rp 8 triliun, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik Rp 5,7 triliun, serta sektor konstruksi Rp 4,8 triliun.

Sedangkan untuk investasi PMA, lima besar sektor usaha di antaranya industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik US$ 1,1 miliar, pertambangan US$ 1,1 miliar, listrik, gas, dan air US$0,9 miliar, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi US$ 0,7 miliar, dan perumahan, kawasan industri serta perkantoran US$ 0,6 miliar.

"Kalau secara kumulatif, berdasarkan sektor usaha untuk PMDN  itu terbesar industri makanan Rp 32 triliun, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi Rp 30,1 triliun, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 26,8 triliun, listrik, gas, dan air Rp 22,8 triliun, tanaman pangan dan perkebunan Rp 21 triliun," kata dia.

Adapun  dari realisasi investasi PMA, sambung Azhar  lima sektor terbesar adalah industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik US$ 3,9 miliar, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi US$ 2,9 miliar, industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan US$ 2,8 miliar, pertambangan US$ 2,7 miliar, dan industri alat angkutan serta transportasi lainnya US$ 2,4 miliar.kbc11

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: