Cara bijak berutang biar tambah kaya

Rabu, 08 Februari 2017 | 09:51 WIB ET

UNTUK memperbesar usaha, ada kalanya kita memang harus mendapatkan pinjaman. Berutang tentu bisa bermanfaat, namun bisa juga menjebak. Ada harus memahami bahwa ada beberapa jenis utang, termasuk utang produktif.

Jadi, utang dari bank yang digunakan untuk kegiatan produktif ini akan membantu mendapatkan keuntungan. Hal inilah yang disebut sebagai utang produktif. Anda bisa belajar dari perusahaan dan pengusaha yang memiliki utang produktif, sekaligus menciptakan keuntungan.

Jadi, Anda harus selalu memilah mana utang produktif dan mana utang konsumtif. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjadikan utang yang Anda ambil menjadi utang produktif seperti dilansir dari laman BCA.co.id.

Bedakan utang

Utang produktif merupakan utang yang tujuan peminjamannya adalah mendapatkan manfaat finansial. Misalnya, ketika Anda meminjam uang dari saudara atau bank dengan tujuan memulai suatu usaha, maka utang tersebut dikategorikan utang produktif.

Laba usaha yang dihasilkan dari kegiatan bisnis yang dibangun atas utang bisa digunakan untuk melunasi pinjaman secara berkala, memutar bisnis, dan keuntungannya untuk membantu keuangan keluarga.

Setelah utang lunas, bisnis yang masih tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan bisa Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memperbesar usaha.

Sedangkan utang konsumtif merupakan kebalikan utang produktif, yaitu utang yang tujuan peminjamannya tidak memberikan manfaat finansial secara langsung untuk dapat melunasi utang tersebut.

Misalnya, Anda mengajukan pinjaman ke bank untuk membeli mobil sebagai sarana memudahkan transportasi diri ke kantor, atau untuk pergi liburan ke luar negeri. Kegiatan ini tak dapat dikatakan bisa mendatangkan manfaat finansial secara langsung.

Artinya, utang tersebut tergolong utang konsumtif dan harus Anda kurangi atau hindari sepenuhnya.

Utang untuk menambah aset

Bila Anda berutang, gunakan untuk memiliki aset. Sebagai simulasi, Anda meminjam Rp 25 juta dengan tenor 12 bulan dan bunga 0%. Pinjaman Anda gunakan untuk memulai usaha butik dan pelunasan utang dilakukan dengan mencicil Rp 2 juta per bulan.

Asumsikan omzet yang Anda dapat sebesar Rp 1 juta per hari alias Rp 30 juta per bulan. Setelah dipotong biaya operasional Rp 25 juta per bulan, Anda masih memiliki laba bersih Rp 5 juta per bulan.

Gunakan laba bersih tersebut untuk melunasi cicilan utang tiap bulannya sehingga sisa bersih yang Anda ambil adalah Rp 3 juta. Tentu, bisnis butik terus berjalan dan ketika pinjaman lunas di akhir tahun, butik tetap berjalan dan mampu menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi.

Melalui keuntungan tersebut, Anda bisa menambah aset usaha maupun aset pribadi.

Disiplin mencicil

Satu hal yang harus Anda lakukan setelah berhasil mendapat utang produktif, disiplin dalam membayar cicilan utang. Disiplin ini juga berlaku jika Anda mendapat utang konsumtif.

Mereka yang tidak disiplin dalam membayar cicilan, suatu saat akan terjebak dalam masalah keuangan. Sama halnya bila Anda memiliki utang konsumtif. Jika Anda disiplin mencicilnya, Anda juga bisa mengubahnya menjadi utang produktif.

Misalnya, jika terpaksa harus berbelanja untuk kebutuhan usaha dengan menggunakan kartu kredit. Melalui cicilan ringan dan potongan harga yang menarik, Anda tetap bisa menjadikannya sebagai utang produktif jika dilunasi sebelum jatuh tempo.

Demikian, menjadi kaya dengan cara berutang merupakan hal yang wajar dan masuk akal. Asal, Anda tetap bijak dan disiplin dalam memanfaatkan utang tersebut, baik utang produktif maupun konsumtif. kbc9

Bagikan artikel ini: