Jawa Timur siap ekspor beras ke Sri Lanka

Jum'at, 10 Februari 2017 | 18:30 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Provinsi Jawa Timur bertekad terus mempertahankan posisi sebagai lumbung padi dan beras nasional. Komoditas pokok dari provinsi ini bahkan telah dikirim ke sejumlah daerah dan siap diekspor.

Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjen TNI I Made Sukadhana mengatakan, TNI AD bersama Kementerian Pertanian, terus mengawal ketahanan pangan khususnya swasembada padi atau beras.

Bahkan, Made menegaskan, tahun ini produksi beras di Jawa Timur yang merupakan lumbung padi nasional akan diekspor ke Srilangka. "Tahun ini kita ekspor ke Sri Lanka khusus untuk komoditi padi," jelasnya, Jumat (10/2/2017).

Guna mengoptimalkan produksi padi tahun ini, ia tetap memerintahkan Babinsa (Bintara Pembina Desa) di seluruh wilayah Jawa Timur untuk mendampingi petani. "Babinsa tetap harus bantu petani. Kalau ada lahan tidur (tanah tidak difungsikan) harus ditanami. Pengawalan oleh Babinsa ini sampai masa panen," jelasnya.

Saat ini, kata Pangdam, melihat kondisi cuaca hujan maka jika ada lahan yang tidak dipakai maka bisa segera ditanami. "Kami tetap akan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah," ujarnya seperti dikutip dari laman kominfo.jatimprov.

Sebelumnya, Kodam V Brawijaya sejak 2015 telah bekerjasama dengan Perum Bulog Divre Jatim. Kerjasama dilakukan dalam program Sergap (Serap Gabah Petani) dengan melibatkan Babinsa untuk terjun menyerap beras dan gabah langsung ke petani.

Sergap dilakukan sebagai bentuk intervensi dan antisipasi permainan dari tengkulak yang kerap memborong beras petani. Aksi para tengkulak tersebut berdampak pada permainan stok beras di pasar sehingga harga melonjak. Kini di Jatim harga beras cenderung stabil. kbc10

Bagikan artikel ini: