HIPMI berharap pemerintah terus genjot KUR hingga bisa tembus Rp100 triliun

Selasa, 14 Februari 2017 | 16:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) berharap realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini bisa melampaui Rp 100 triliun atau naik dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 94,4 triliun.

“Kita harapkan dan optimistis KUR bisa lampaui Rp 100 triliun tahun ini,” ujar Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Irfan Anwar.

Irfan mengatakan, kinerja KUR tahun 2016 jauh lebih membaik dibandingkan tahun 2015. Realisasi penyaluran KUR tahun 2015 hanya sebesar Rp 22,7 triliun atau hanya 75,58% dari target yang dialokasikan pemerintah sebesar Rp 30 triliun. Namun pada 2016 melonjak menjadi sebesar Rp 94,4 triliun dengan non performing loan (NPL) sebesar 0,37%.

Melihat kinerja tersebut, Hipmi berharap perbankan tidak perlu ragu lagi menyalurkan KUR lebih agresif ke pelaku usaha. “Apalagi NPL-nya kecil, artinya risiko kredit nasabah KUR tidak seseram yang dibayangkan,” ujar Irfan.

Lonjakan tersebut, ujar Irfan, tak lepas dari semakin menurunnya suku bunga KUR menjadi 9%.

Sebab itu, Hipmi optimistis kinerja realisasi KUR tahun ini dapat melampaui Rp 100 triliun. Kendati demikian, Hipmi berharap penyaluran KUR benar-benar tepat sasaran yakni para pekaku usaha pemula yang kesulitan menyediakan penjaminan atau collateral loan. “Jangan sampai yang sudah bisa kasih penjaminan dapat KUR juga,” ujar Irfan.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan plafon KUR sebesar Rp 110 triliun pada 2017. Rinciannya 81% untuk usaha mikro, 18% untuk ritel, dan 1% untuk Tenaga Kerja Indonesia.

Hipmi juga meminta agar penyaluran KUR lebih merata hingga ke luar Pulau Jawa. Sebaran KUR sepanjang 2016 masih didominasi di Pulau Jawa yakni, Jawa Tengah 17,9% atau Rp 16,9 triliun, Jawa Timur 15,5% atau Rp 14,6 triliun, Jawa Barat 12,6% atau Rp 11,9 triliun.

Sedangkan, penyaluran di luar Pulau Jawa, seperti Sulawesi Selatan sebesar 5,4% atau Rp 5,1 triliun, Sumatera Selatan sebesar 4,6% atau Rp 4,3 triliun. Penyaluran KUR berdasarkan sebaran pulau di Jawa 54,6%, Sumatera 20,2%, Sulawesi 9,4%, Bali 7,4%, Kalimantan 6,1%, Papua 1,6% dan Maluku 0,7%.

”Kita harapkan lebih merata hingga keluar Pulau Jawa,” ucap Irfan. kbc9

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: