HIPMI gandeng Belanda kerek daya saing pengusaha muda Indonesia

Selasa, 21 Februari 2017 | 12:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) terus mendorong kemajuan UKM Indonesia. Mengingat 57,9 juta pengusaha UKM dan mikro di dalam negeri belum semua memiliki kapasitas untuk ekspor produknya, Hipmi menggandeng Programma Uitzending Managers (PUM) dari Belanda agar para pengusaha muda dapat menyerap ilmu dari para pakar bisnis di lembaga tersebut.

Demikian dikemukakan Ketua BPP Hipmi Bidang Internasional dan Pariwisata, Bagas Adhadirga pada Forum Dialog Hipmi yang bertajuk “Meningkatkan Kualitas dan Kapabilitas UKM Berorientasi Ekspor” di Menara Bidakara 2, Jakarta, Senin, (20/2).

“Alhamdulillah hari ini kita dapat mewujudkan pertemuan ini. Pertemuan ini merupakan hasil dari kerja selama 2 minggu oleh para ahli dari PUM di 4 provinsi. Dan Jawa Barat merupakan pilot project dari PUM dan sudah kelihatan hasilnya mentoring dengan mereka,” ujar Bagas.

Bagas menjelaskan, PUM merupakan organisasi yang terdiri dari 3500 pensiunan mantan pemilik perusahaan di Belanda yang di-support oleh pemerintah Belanda untuk memberikan kontribusi di negara berkembang yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan atau coaching bagi UKM yang berminat menaikkan kelas dan berorientasi ekspor.

“Oleh karena itu BPP Hipmi aktif untuk bekerjasama dengan PUM dan diwujudkan dalam sebuah MoU yang kita tanda tangani pada bulan Desember di Belanda. Alhamdulillah, dari MoU tersebut kita mendapatkan jatah 20 proyek yang akan disupervisi oleh para ahli di PUM selama 2 tahun,” jelas Bagas.

Sebagai informasi, Hipmi dan PUM telah menjalin kerjasama di 4 provinsi di Indonesia antara lain di Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jakarta akan turut mengawal keberlangsungan pengusaha UKM yang bergabung di Hipmi.

“Hipmi itu UKM dan anak muda di bawah 40 tahun, concern PUM mereka mau meminimalisir kegagalan UKM pada tahun-tahun pertama. Kita akan gencar menyelamatkan UKM dari kegagalan dengan mempelajari dari Belanda sistem yang seharusnya kita terapkan di bisnis kita,” pungkas Bagas. kbc3

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: