RI bakal garap habis pasar wisatawan India

Selasa, 21 Februari 2017 | 16:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pariwisata membidik pasar wisatawan India. Pasar Negeri Bollywood itu cukup jumbo. Bahkan, meski bertahun-tahun tanpa ada penerbangan langsung dari dan menuju India, wisman asal India yang berkunjung ke Tanah Air sudah mencapai 300.000an. Itulah mengapa Menteri Pariwisata Arief Yahya begitu ngotot untuk segera menggoyang pasar India melalui berbagai upaya promosi.

“Tanpa penerbangan langsung saja rata-rata per hari sudah hampir 1.000 orang, apalagi kalau sudah ada direct flight,” ungkap Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Kini Garuda Indonesia sudah mulai terbang Jakarta-Mumbai. Kesempatan luas bagi Kementerian Pariwisata (Kempar) untuk tancap gas mendulang wisman asal India. Kini, Kempar tampil di Outbound Travel Mart (OTM) Mumbai, 21-23 Februari ini.

Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana yang didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan, Kempar serius untuk mendatangkan wisman asal India.

Sebelumnya, Kempar mengikuti Pameran SATTE, 15-17 Februari di New Delhi. ”Kami menggandeng 12 industri pariwisata yang akan mempromosikan dan menjual berbagai macam destinasi dan produk pariwisata Indonesia, khususnya 10 destinasi prioritas,” ujar Pitana didampingi Vinsensius.

Pitana menjelaskan, OTM Mumbai merupakan pameran terbesar kedua di India, yang pada 2016 diikuti oleh 1.156 exhibitors dari 50 negara dengan jumlah pengunjung sebanyak 13.160 orang.

”Mumbai merupakan pusat bisnis India nomor dua terbesar setelah New Delhi, 45% dari jumlah outbound India berasal dari Mumbai. Hal ini menunjukkan bahwa India, khususnya Mumbai merupakan pasar sangat potensial untuk berpromosi khususnya memperkenalkan 10 destinasi pariwisata prioritas yang ada di Indonesia. Oleh karena itu kami ikut pameran ini,” tambah Pitana.

Data menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, India merupakan top ten penyumbang wisman. Jumlah wisman yang berkunjung pada 2015 sebanyak 293.415 orang atau naik sebesar 23% dari 2014 yang mencapai 237.990 orang.

Adapun jumlah wisman India pada periode Januari hingga November 2016 sebanyak 336.575 orang atau naik sebesar 29.35% dibanding periode yang sama pada 2015, sebanyak 260.205 orang.

Terbukanya pasar India ini akan memperkuat daya dobrak untuk menjual destinasi yang terus semakin bertambah. Sehingga jika 2016 tercapat 12 juta, maka 2017 ini harus mengejar target 15 juta wisman.

”Tren meningkatnya kunjungan wisatawan yang berasal dari India tidak terlepas dari kebijakan pemberlakuan bebas visa (free visa) dan penguatan konektivitas penerbangan yang telah dilakukan oleh Garuda Indonesia dari Mumbai ke beberapa kota besar di Indonesia, khususnya ke Jakarta, Denpasar, Surabaya dan Medan. Kita akan terus genjot kedatangan mereka,” tambah Vinsensius. kbc9

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: