Wujudkan '10 Bali Baru', Menteri Arief rangkul swasta

Rabu, 22 Februari 2017 | 15:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyadari, pemerintah tidak mungkin  membiayai semua project pariwisata dengan menggunakan beban negara.

Karena itu, sejak awal Kemenpar akan menggandeng swasta atau private  sector dengan mengundang para investor yang meramaikan destinasi wisata. Terutama untuk investasi '10 Bali Baru' yang oleh Presiden Joko Widodo sudah  diprioritaskan untuk dilakukan percepatan pembangunan.

"Sejak diluncurkan, dibuka keran investasi di sektor Pariwisata di 10  titik itu, sudah banyak calon pemodal yang tertarik. Mereka yang bangun  hotel, resort, restoran, café, membuat atraksi dan semua hal yang  dibutuhkan wisatawan untuk bisa berlama-lama dan merasa nyaman di  destinasi tersebut," jelas Arief Yahya dalam keteranganya, Selasa (21/2/2017).

Pemerintah, mengurus infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik, dan internet atau infrastruktur  komunikasi, yang saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar yang tidak mungkin ditiadakan seperti halnya  sandang, pangan dan perumahan.

"Investasi itu menjadi tugas pemerintah. Yang mengisi dan  menghidupkan kawasan dengan amenitas itu, harus menggerakkan private sector," lanjut dia.

Karena itu, Kemenpar menggandeng Kementerian PUPR, Kementerian  Perhubungan, Kementerian LHK, Kementerian ATR, Kementerian BUMN, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, untuk bersama-sama membangun infrastruktur untuk menghidupkan Pariwisata.

"Karena hanya di sector ini, kita bisa bersaing di global market. Pariwisata paling cepat, mudah dan murah untuk menghasilkan PDB, devisa, dan tenaga kerja," kata Arief Yahya. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: