Tidak fokus, penyebab banyak pengusaha muda gagal berbisnis

Senin, 27 Februari 2017 | 08:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Selain terganjal modal, pengusaha pemula juga sering gagal menjalankan bisnisnya karena ide usahanya yang tidak fokus. Padahal, ide merupakan modal awal bagi siapapun yang ingin menjalankan bisnis.

Menurut Konsultan dari Deloitte, Santoso Dharma Tjipto, pengusaha pemula sangat memerlukan ide yang begitu cemerlang dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti risiko bisnisnya dan produk yang dijualnya memang dibutuhkan oleh masyarakat ke depan.

"Sebenarnya paling utama ide, karena kagagalan pemula itu memetakan idenya, makanya tadi saya sampaikan bagaimana ide itu bertahan, dan bisa menjawab kebutuhan market-nya, mau jual berapa, siapa demand-nya, dan barang itu memang dibutuhkan atau enggak. Yang terutama adalah ide, munculkan ide kan terkadang dari masalah, atau inovasi," kata Santoso dalam acara Seminar of Aproaching Entrepreneurial World atau Seminar Pengembangan Wawasan Industri 2017 yang digelar oleh IMTI FTUI di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, akhir pekan lalu.

Kegagalan pengusaha pemula, kata santoso, adalah pada saat idenya diterapkan atau dieksekusi. Seperti tidak mengetahui risiko yang akan didapatkan selagi menjalankan bisnisnya.

Dia mencontohkan, seperti perusahaan air mineral yang baru-baru muncul di tahun 70-an. Di mana, pada saat itu sasaran penjualannya masih belum jelas, dan air mineral masih sangat mudah didapatkan.

Setelah ide tidak berjalan seperti yang diharapkan, lanjut Santoso, maka pelaku usaha langsung mengubah strategi penjualan yang melalui beberapa tahap seperti analisis market.

"Akhirnya dia lakukan analisis market dan ternyata harusnya pelanggannya adalah olahragawan, makanya diubah lah konsepnya, jadi ketika ada masalah harus diidentifikasi cepat, jadi biar gak gagal dan bisa reserve," ungkapnya.

Menurut Santoso, bagi pengusaha pemula saat ini sudah diberikan banyak kemudahan, seperti dari modal. Belakangan ini perusahaan pembiayaan atau ventura sudah banyak berdiri, bahkan perbankan yang eksis pun memiliki program ventura.

Untuk mendapatkan modal, lanjut Santoso, diperlukan ide yang cemerlang dan bisnis yang akan digelutinya ini bisa memberikan dampak dan memang dibutuhkan banyak masyarakat.

"Ya bisa memberikan dampak, barangnya dibutuhkan atau enggak, dan bisa dipetain karena kalau kita minta modal berarti idenya itu harus bisa di challange, jadi emang yakin produknya laku, saya yakin laku, kenapa, karena produk ini orang butuh ke depannya, jadi keyakinan atas ide itu yang menjadikan dapat modal," tukasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: