Bertemu menlu UEA, Menlu Retno bahas hal penting ini

Selasa, 07 Maret 2017 | 16:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia terus menguatkan kontribusi dalam IORA dengan meletakkan dua pondasi di IORA 2017. Pertama adalah Jakarta Concord sebagai pondasi pertama IORA. Kedua, pondasi rencana aksi konkret dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang yang akan membantu kemajuan IORA ke depan.

“Ini adalah kontribusi yang paling penting bagi Indonesia untuk IORA,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Negara Uni Emirat Arab Maitha Salam Al Shamsi dan Menteri Luar Negeri Singapura Muhamad Maliki Bis Osman.

Pertemuan dengan Uni Emirat Arab, dimanfaatkan Indonesia untuk membahas tentang kemitraan IORA melalui dialog partners yang saat ini belum optimal, serta masalah perdagangan, dan investasi.

“Saya sudah mengusulkan agar tradisi berdialog dengan dialog partners yang kita sudah mulai tahun lalu di Padang, baik pada tingkat Menteri, kemudian juga diteruskan pada tingkat Senior Officials. Itu dapat dilanjutkan kembali dan Uni Emirat Arab sangat menghargai dan sangat berkeinginan, berkomitmen untuk dapat melanjutkan apa yang diusulkan oleh Indonesia,” tambah Retno.

Di bidang energi, lanjut Menlu, Januari lalu Indonesia sudah menandatangani MoU di bidang energi dengan Uni Emirat Arab, khususnya di bidang energi terbarukan.

Sedangkan dalam pertemuan dengan Menlu Singapura, Indonesia menanyakan kemungkinan kerja sama Indonesia Singapura untuk memajukan IORA serta pandangan Singapura tentang Jakarta Concord. Singapura mengapresiasi Jakarta Concord dan rencana aksi IORA.

“Biasanya pada saat kita menyepakati sesuatu, maka masih diperlukan waktu untuk menyusun plan of action. Tapi kali ini, vision-nya ada. Kemudian kita sudah menyiapkan plan of action. Oleh karena itu, diharapkan bahwa kerja sama konkret akan dapat ditingkatkan di masa mendatang dalam konteks IORA,” ujar Retno Marsudi.

Dalam konteks bilateral, Indonesia dan Singapura membahas peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura, dan masalah investasi.

“Kita bicara tentang masalah investasi yang pada tahun lalu menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Peningkatan investasi Singapura di Indonesia hampir 90 persen,” tambah Retno. kbc9

 

Bagikan artikel ini: