Di Rakernas HIPMI, Jokowi bocorkan sektor usaha menjanjikan yang bisa digarap anak-anak muda

Senin, 27 Maret 2017 | 14:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur, industri pengolahan, dan industri jasa agar Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang besar.

Presiden mengatakan, pada tahun-tahun mendatang jangan sampai Indonesia menjual bahan mentah ke luar negeri. Seluruh bahan mentah yang dihasilkan di bumi Indonesia harus diolah lewat industri pengolahan yang berdaya saing.

"Semua harus barang minimal setengah jadi. Kita bisa dorong ekspor semua barang jadi. Kelapa sawit jangan kirim CPO, jagung juga sama, produksi jagung nanti melimpah. Jangan sampai kita kirim dalam bentuk mentah, buatlah makanan, buatlah makanan ternak, semua harus masuk industri pengolahan," ujar Presiden saat membuka rapat kerja nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Presiden mengatakan, untuk industri jasa, Indonesia memiliki kekuatan di sektor pariwisata. Saat ini pemerintah membangun 10 destinasi baru. Para pengusaha muda yang tergabung di HIPMI dapat berperan dalam membangun sarana pendukung pariwisata.

"Berkaitan dengan lifestyle, akan berkembang di negara kita. Ritel, media, kuliner akan berkembang besar sekali. Pemasaran online, online store. Dan ini adalah anak-anak muda yang bisa, tidak bisa lagi yang seumur saya masuk sini, sudah sulit," kata Presiden.

Jokowi juga menyebut ada peluang besar di business process outsourcing (BPO) yang dapat digarap pengusaha muda. Di Filipina, BPO berkembang pesat dengan omzet US$25 miliar dalam satu tahun.

"Tapi mungkin jangan masuk yang sudah dikuasai Filipina, telemarketing. Kita masuk disain grafis, animasi, aplikasi software. BPO di Indonesia masih sangat menjanjikan sekali," kata Jokowi. kbc9

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: