Pos Indonesia perkuat layanan pemasaran produk UKM via online

Sabtu, 01 April 2017 | 11:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat, terlebih pertumbuhan ekonomi saat ini tak luput dari pengaruh besar pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara menyatakan, kerjasama antara PT Pos Indonesia (Persero) dan Nurbaya Initiative akan membantu target pemerintah dalam mengenalkan dan mengajak 8 juta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

"Semakin ke sini saya semakin percaya core ekonomi Indonesia adalah UKM. UKM ini berkontribusi sebesar 58 persen untuk GDP Indonesia. Saya juga semakin yakin teknologi harus bisa jadi enabler dan memberi nilai tambah bagi tidak hanya bagi pelaku industri ini, juga untuk masyarakat secara keseluruhan," papar Rudiantara dalam sambutannya pada Pameran Pemerataan Ekonomi Digital di gedung Smesco Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Dalam kerja sama ini, Pos Indonesia membantu dalam hal pengantaran barang dan sistem pembayaran, sementara Nurbaya Initiative yang memiliki lahan khusus di hampir seluruh marketplace di Indonesia, disebut dengan nama Nurbaya Corner bertindak sebagai kurator untuk menentukan produk yang akan dibantu untuk dipasarkan.

PT Pos Indonesia Regional 4 yang tersebar di Jabodetabek dan Banten optismis mampu menggaet sebanyak 3 ribu UKM pada pameran ini yang nantinya akan memanfaatkan internet sebagai medium pemasaran produk dan jasa yang mereka produksi.

"Kami yakin bisa membantu lebih banyak UKM yang belum terhubung ke dalam jaringan online untuk memasarkan berbagai macam produk yang mereka hasilkan," kata Manajer Perencanaan dan Adminstrasi Penjualan Regional 4 Jakarta PT Pos Indonesia (Persero) Toto, di sela melayani pendaftaran peserta UKM.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahju Setijono berkomitmen untuk membantu mengonlinekan setidaknya 2 juta UMKM pada akhir 2018, dimana setidaknya 80% database akan didapatkan dari penerima KUR BRI.

"Dengan cakupan PT Pos Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia, kami yakin akan bisa membantu lebih banyak UKM untuk memanfaatkan jariangan online, selain itu bapak-bapak petugas pos kini tidak hanya antar surat atau barang namun juga pegang perangkat untuk bantuonline-kan UKM," ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia,

Dirut menjelaskan, akan mengerahkan 25 ribu karyawan yang dilatih menjadi digital fasilitator yang membantu pengonlinean UMKM bekerjasama dengan Nurbaya Initiative. Nantinya petugas Pos yang dibekali berbagai perangkat saat berkeliling di wilayahnya masing-masing akan melakukan survei UKM potensial serta membantu memasarkan produksi mereka ke jaringan internet, dengan cara memotret produk lalu mengunggahnya ke media sosial ataupun situs.

Pos Indonesia dan Nurbaya Initiative hanya membantu dalam merekomendasikan marketplace yang sesuai untuk produk yang dijual oleh UKM. Namun hingga saat ini ruang yang disediakan oleh kedua perusahaan ini lebih banyak dimanfaatkan oleh pedagang ritel dan belum mencakup korporat.

Selain dari memasaran produk UMKM yang telah dionlinekan di market place terkemuka, Pos Indonesia bersama Nurbaya Initiative juga akan menyiapkan e-kiosk di seluruh kantor Pos untuk mengoptimalkan penjualan produk UMKM. Melalui gebrakan dalam pengonlinean dan pembuatan toko online akan membantu UMKM dalam lebih efektif dan efisien. kbc10

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: