Revisi Permenhub No 26/2017 bakal berangus industri kreatif nasional

Senin, 03 April 2017 | 10:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meminta agar Kemenhub tidak persulit keberadaan taksi berbasis online dengan berbagai regulasi baru.

HIPMI khawatir, revisi Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 26 Tahun 2017 tentang Perubahan PM Nomor 32 Tahun 2016 akan menjadi pintu masuk pemberangusan industri kreatif nasional.“Kita khawatir, revisi ini hanya akan menjadi pintu masuk pihak-pihak tertentu yang bisnisnya konvensional untuk memberangus inovasi di industri kreatif,” ujar Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan BPP Hipmi Anggawira dalam keterangan tertulis, Minggu (2/4/2017).

Sebagaimana diketahui, Kemenhub  telah menerapkan aturan mengenai taksi online. Aturan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 26 Tahun 2017 tentang Perubahan PM Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Terdapat 11 Poin aturan taksi online yang mengalami revisi di antaranya penetapan tarif batas bawah dan tarif batas atas.

Anggawira mengatakan Kemenhub sebaiknya tidak perlu mengatur tarif batas bawah taksi online. Tarif tersebut sebaiknya diserahkan saja ke mekanisme pasar. Sebab dengan persaingan tersebut, justru konsumen yakni masyarakat luas juga yang diuntungkan.

”Pandangan HIPMI jelas. Tarif transportasi, utamanya online itu, tidak perlu diatur-aturlah. Serahkan saja ke mekanisme pasar. Mereka yang tidak kompetitif dan tidak mau melakukan inovasi dan menolak model bisnis terbaru ya memang harus tersingkir. Ini kan sudah eranya persaingan terbuka,” ujar Anggawira.

Anggawira mengatakan meski tarifnya sangat terjangkau, pelayanan angkutanonline sejauh ini sangat bagus dan nyaman.”Sebab itu, pengaturan ini akan menjadi disinsentif bagi taksi online,” terangnya.

Dia mengatakan, inovasi yang menguntungkan dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional semestinya didukung. “Kita tidak tolak pengaturan tapi jangan sampai dibikin sulit dan dihambat, lalu melemahkan daya saing angkutan nasional kita,” pungkas Anggawira.kbc11

Graha Agung Kencana
Bagikan artikel ini: