MAP kempit laba Rp208,47 miliar sepanjang 2016

Selasa, 04 April 2017 | 15:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) atau yang lebih dikenal dengan brand MAP, membukukan kinerja cukup baik pada tahun 2016. Laba perusahaan ritel fesyen dan gerai makanan ini tumbuh signifikan sebesar 82,09 persen menjadi Rp208,47 miliar dari sebelumnya Rp37,33 miliar.

Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan hari ini, Jumat (31/3), kenaikan laba bersih tersebut salah satunya disebabkan oleh pendapatan perusahaan yang tumbuh 9,26 persen dari Rp12,83 triliun menjadi Rp14,14 triliun.

Namun demikian, kenaikan kinerja perusahaan nyatanya juga diikuti dengan naiknya biaya beban perusahaan sepanjang tahun lalu. Tercatat, beban pokok penjualan dan beban langsung naik 6,05 persen menjadi Rp6,83 triliun dari Rp7,27 triliun.

Selain itu, perusahaan yang dikenal mendistribusikan berbagai merek, dari Zara sampai Starbucks ini juga menanggung beban penjualan sebesar Rp5,03 triliun, atau naik 7,75 persen dari sebelumnya Rp4,64 triliun. Kemudian, beban keuangan perusahaan juga meningkat 4,97 persen dari Rp399,28 triliun menjadi Rp420,17 triliun.

Meski begitu, aset perusahaan berhasil tumbuh 11,23 persen dari Rp9,48 triliun menjadi Rp10,68 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara, jumlah liabilitas perusahaan tahun lalu sebesar Rp7,47 triliun, dengan jumlah liabilitas jangka pendek Rp4,18 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp3,29 triliun.

Head of Corporate Communication Mitra Adiperkasa Fetty Kwartati menyebut, perusahaan telah merampungkan seluruh rangkaian agenda 2014 hingga 2016. Dengan pencapaian kinerja tahun lalu ini, perusahaan terbilang lebih kuat dan berada dalam kondisi yang stabil.

"Perusahaan juga mencatatkan rekor penjualan yang sangat baik saat pembukaan gerai Zara yang pertama di Ho Chi Minh. Perusahaan juga berencana untuk menambah jumlaj gerai di Vietnam," terang dia dalam keterangan resminya.

Adapun, perusahaan membukukan kinerja yang kurang baik pada tahun 2015. Laba perusahaan tahun 2015 turun 62 persen menjadi Rp30 miliar.

Sementara, beban usaha yang berasal dari beban sewa gerai, beban gaji, tunjangan, beban penyusutan, dan administrasi kartu kredit. Ekspansi yang dilakukan perusahaan berupa perluasan area dan gerai baru, beban usaha perusahaan naik tujuh persen menjadi Rp5,3 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: